LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyiapkan bantuan beasiswa pendidikan kepada para anak korban tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Bantuan beasiswa pendidikan Baznas diprioritaskan kepada para anak yang orang tuanya meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan, dan tergolong mustahik.
"Baznas sangat prihatin dengan tragedi Kanjuruhan ini. Salah satu yang harus diperhatikan adalah keberlangsungan pendidikan para anak yang orang tuanya meninggal dunia dalam peristiwa itu," kata Ketua Baznas RI, Prof Dr KH Noor Achmad dalam keterangan yang diterima
Langit7, Selasa (4/10/2020).
"Maka, Baznas sedang menyiapkan program beasiswa pendidikan kepada para anak tersebut hingga bangku perguruan tinggi," imbuhnya.
Menurut Noor, saat ini Baznas masih menggodok skema program beasiswa pendidikan dan terus berkoordinasi dengan beberapa pihak, seperti Pemprov Jawa Timur dan Pemda Malang, untuk memaksimalkan bantuan agar tepat sasaran.
Pendidikan memang jadi salah satu perhatian Baznas dalam membantu dan mengangkat perekonomian masyarakat rentan agar mampu bertransformasi menjadi muzaki di kemudian hari.
Baca Juga: Pemberdayaan Mustahik, Baznas Gulirkan Program Penanaman Cabai di SlemanSepanjang tahun 2022, Baznas meluncurkan berbagai bantuan beasiswa pendidikan, yakni Beasiswa Cendekia Baznas di 102 kampus di Indonesia, Beasiswa Al Azhar, Beasiswa Riset Program MAZAWA, Beasiswa Riset Zakat Prodi Umum, Beasiswa Mahad Aly di 48 mitra, Beasiswa Persiapan Sekolah Kedinasan, Beasiswa Kemitraan Khusus, Beasiswa Santri, dan Beasiswa Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah).
Selain beasiswa, bantuan lain yang tengah disiapkan Baznas adalah santunan kepada korban tragedi Kanjuruhan, khususnya mereka yang tergolong mustahik.
"Untuk berbagai bantuan yang disiapkan, Baznas RI telah berkoordinasi dengan Baznas se-Jawa Timur. InsyaAllah akan segera terlaksana, sambil menunggu proses pendataan," ujar Noor.
Sebelumnya, Baznas membuka Crisis Center untuk membantu dan melayani kebutuhan korban tragedi Kanjuruhan, setelah laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, di Kabupaten Malang, Jawa Timur.Crisis Center yang berlokasi di Kantor Baznas, Matraman, Jakarta Timur, akan menjadi pusat koordinasi dan informasi respons Baznas terkait tragedi Kanjuruhan.
Baca Juga: Film Noktah Merah Perkawinan, Kisah Rumah Tangga di Ujung Tanduk(zhd)