LANGIT7.ID, Jakarta - Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk paling istimewa dari yang lainnya. Allah SWT juga menciptakan perbedaan bagi umat manusia sebagai bentuk ujian keimanan.
Namun, banyak manusia yang tak mampu melewati ujian Allah SWT tersebut sehingga muncul berbagai penyakit hati. Selengkapnya, berikut tujuh ringkasan khutbah Jumat mengenai bahaya hasad bagi manusia.
1. Manusia Makhluk Berakal dan Paling IstimewaManusia adalah makhluk unik, istimewa, dan paling sempurna yang diciptakan Allah SWT. Berbeda dengan makhluk-makhluk lainnya, manusia dianugerahi unsur-unsur immaterial yang lengkap, yaitu ruh, akal, hati, dan nafs (syahwat dan ghadlab) terbentuk dalam satu kesatuan yang disebut jiwa (soul).
Sebagaimana pada firman Allah dalam QS At-Tin ayat 4, yakni sebagai berikut.
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya".
Dari komponen immaterial ini, manusia hakikatnya makhluk spiritual. Masing-masing unsur tersebut memiliki fungsi yang berbeda.
Ruh memiliki sifat yang suci, cenderung kepada kesejatian (hakikat) dan lebih dekat dengan Allah. Akal berfungsi untuk berfikir, mengingat, menghitung, dan berlogika. Hati berfungsi untuk meyakini (beriman), mencintai, membenci, empati, dan hal-hal yang berhubungan dengan rasa.
Baca Juga: Ringkasan Khutbah Jumat: Belajar dari Doa dan Keteguhan Nabi ZakariaSedangkan nafsu merupakan energi jiwa yang berpotensi pada kesenangan dan kemarahan (nafs al-ammarah). Bagi yang mampu mengendalikan “jiwa tirani” (al-nafs al-ammarah) dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah maka ia akan menjadi pribadi yang utuh.
Sebagai makhluk spiritual, manusia seharusnya mampu membersihkan hatinya dengan melakukan kebaikan untuk melawan kecenderungan nafsu rendah yang menyukai dosa dan kemaksiatan.
2. Bahaya Penyakit HatiDi dalam jiwa manusia, ada unsur energi negatif yang dapat menghancurkan diri, lingkungan, dan peradaban, yaitu “penyakit hati” atau “amradlul qulub” menimbulkan sifat sangat buruk.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayat Al Hidayah menuturkan, ada tiga sifat hati sangat berbahaya yang akan membawa kepada kebinasaan diri, yaitu hasad (iri hati), riya (pamer), dan ujub (angkuh, sombong atau berbangga diri).
Dari ketiga penyakit hati tersebut yang memiliki dampak paling dahsyat adalah “hasad” atau dengki. Hasad adalah klaster problem jiwa yang memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan diri, lingkungan, masyarakat, bahkan peradaban manusia.
Dalam Al Quran disebutkan tentang sikap sebagian ahli kitab terhadap Rasulullah Saw.
اَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّاسَ عَلٰى مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۚ
"Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya?" QS An-Nisa: 54.
3. Dampak Hasad Terhadap PsikologisHasad dapat dianalogikan sebagai suatu yang tidak terlihat secara kasat mata. Namun keberadaannya memiliki pengaruh dan dampak luar biasa dibandingkan dengan sesuatu yang dapat terlihat
Secara psikologi, hasad berpotensi membentuk jiwa yang tidak mau mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh Allah (kufur nikmat). Hasad juga menyiksa diri sendiri karena hati tak tenang yang disebabkan munculnya rasa tidak nyaman atas kebahagiaan orang lain.
Umumnya, hasad memunculkan gibah, fitnah, dan sebagainya yang dapat menimbulkan perpecahan dalam keluarga serta ikatan persaudaraan sesama. Akibatnya, muncul kebencian dan permusuhan yang dapat menimbulkan kerusakan dalam jangka waktu tak terbatas.
4. Perbanyak Bersyukur kepada Allah SWTHasad atau dengki musuh orang-orang beriman. Cara menetralisirnya adalah memperbanyak syukur atas nikmat yang kita peroleh, sekecil apapun, untuk menjaga keseimbangan hidup.
Allah telah menjanjikan, semakin banyak kita bersyukur kepada-Nya maka akan menambah kenikmatan hingga tak terbatas, Dalam firman Allah SWT menyebutkan:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
5. Percaya Qadha’ dan QadarSelain bersyukur, kita perlu untuk percaya atas Qadha' dan Qadar Allah SWT. Sebab pada hakikatnya, penyakit ini mengakibatkan si penderita tidak rela atas Qadha' dan Qadar Allah, sebagaimana perkataan Ibnul Qayyim radiallahu anhu:
Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat: Membangun Ketahanan Keluarga“Sesungguhnya hakikat hasad adalah bagian dari sikap menentang Allah karena ia (membuat si penderita) benci kepada nikmat Allah atas hamba-Nya; padahal Allah menginginkan nikmat tersebut untuknya. Hasad juga membuatnya senang dengan hilangnya nikmat tersebut dari saudaranya, padahal Allah benci jika nikmat itu hilang dari saudaranya. Jadi, hasad itu hakikatnya menentang qadha’ dan qadar Allah”. (Al-Fawa’id, halaman 157).
6. Muhasabah DiriPenting bagi umat manusia untuk ber-muhasabah, yakni peninjauan atau koreksi terhadap perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan, dan sebagainya terhadap diri sendiri. Dengan bermuhasabah maka kita akan selalu menggunakan waktu dengan bijak agar terhindar dari dosa. Allah berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat 18:
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Artinya: “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.”
7. Kendalikan DiriDampak hasad sungguh luar biasa. Hasad bisa menghancurkan seluruh catatan amal saleh dan menimbulkan kebencian, sehingga manusia sulit berbuat kebaikan pada orang yang ia dengki. Pada saat yang sama manusia bisa sulit menerima kebaikan yang diberikan orang itu.
Penting untuk mengendalikan diri terhadap apa yang dimiliki orang lain. Terbiasalah untuk ikhlas dan turut berbahagia atas kemampuan maupun rezeki yang dimiliki orang lain.
Baca Juga: Festival Masjid Nasional Siap Dihelat di Surakarta(zhd)