LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap
seniman memiliki cara sendiri dalam menyuarakan isi hati, salah satunya melalui sebuah karya baik itu karya tulis, maupun video seperti film, dan lainnya.
Begitupun dengan para penikmat yang memiliki pemikiran tersendiri dalam menginterpretasikan karya itu. Seperti yang terjadi pada Direktur PPTQ Insan Utama Yogyakarta, Ustaz M. Yusuf Ibrahim.
Tak hanya itu, ia juga mengajak
umat Islam melihat kekuatan dari karya tersebut. Terlebih ketika mengisahkan tentang perlawanan umat muslim terhadap penjajah.
Baca juga: Ini Rekomendasi 7 Film Islam Turki untuk Tontonan Akhir PekanMenurut Ustaz Yusuf, semangat mengilmui dan memperjuangkan Islam sangat mudah bangkit dan membara pada saat kehormatan muslim sedang
dizalimi dan ditindas. Terlebih yang menindas memiliki keyakinan yang berbeda.
"Setidaknya ini yang kurasakan," ujar Ustaz Yusuf dikutip dari
Instagram resminya @mysfibrahim, Kamis (20/10/2022).
Dia lalu menceritakan terkait dua karya perlawanan muslim yang membuatnya mendapatkan kesan tersendiri ketika menonton maupun membacanya.
"Film Omar Mukhtar: The Lion of the Desert, adalah film perlawanan muslim pertama yang pernah kutonton semasa SMA dan buku Fiqh Daulah Karya Syeikh Al Qaradhawi
rahimahullah sebagai buku pertama yang kugandrungi dengan cukup serius," ucapnya.
"Sejujurnya, apa yang tertayang dan terbaca dari dua karya itu, telah memberi kesan tersendiri. Bahwa Islam hanya bisa berdiri tegak dengan persatuan umat (di atas ilmu, iman, amal) dan kemurnian jihad (dalam maknanya yang luas)," lanjut Ustaz Yusuf.
Lebih lanjut, dia mengatakan sesuai dengan fitrahnya, manusia menginginkan merdeka dari segala bentuk keterjajahan. Manusia juga menginginkan kemakmuran, senang, dan berbahagia bersama tanpa dikapitalisasi pemikiran menyesatkan dan kepentingan harta benda.
Baca juga: Bukan Cuma Film, Kondisi Ini Pernah Dialami Umar bin Khattab"Islam menawarkan buah dari kepercayaan yang paripurna dan inilah yang menguatkan kita," tuturnya.
Seperti keluarga Yasir radhiyallahu anhum bertahan dengan gagah terhadap siksa, atau Bilal yang kokoh keyakinannya sekalipun batu besar menindihnya. Islam memberi mereka energi yang tidak dapat diterjemahkan mata dan hati yang sedang sakit.
"Islam memberi mereka tambahan nyawa untuk sekali lagi membuktikan kesungguhan diri," katanya.
Ustaz Yusuf lalu memberikan rekomendasi film tentang perang. Menurutnya, perang merupakan cara paling akhir untuk mewujudkan kebenaran dan kesungguhan iman seorang muslim di medan juang.a juga:
"Bagi yang merasa gelisah atau merasa tak berbangga menjadi muslim, tontonkan film-film rekomendasiku (Bilal, Sultan Agung, Fatih 1453, Kingdom of Heaven, Lion Of The Desert dan lainnya). Maaf kalau nuansanya selalu tentang perang. Tapi entah kenapa rasanya, 'perang' adalah cara paling akhir untuk mewujudkan kebenaran dan kesungguhan iman kita di medan juang. Sebab kesungguhan manusia, sangat diuji saat nyawa menjadi taruhannya," pungkasnya.
Baca juga: Jelang Festival Film Venice dan Toronto, Film Autobiography Rilis Trailer(est)