LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 cara agar
bisnis kecil tampak profesional layaknya bisnis kelas kakap. Salah satu strategi yang bisa dilakukan yakni dengan menggunakan digital branding.
Secara sederhana,
digital branding adalah jejak virtual dari bisnis yang Sahabat kerjakan. Mulai dari website, logo, dan warna, hingga nada suara yang digunakan dalam komunikasi online.
Lantas bagaimana caranya? Melansir laman
entrepreneur, berikut cara memanfaatkan digital branding untuk bisnis kecil:
Baca Juga: 5 Motivasi Bisnis, Alasan Tidak Boleh Gampang Menyerah1. Logo dan warna brandDalam dunia digital, visual adalah poin nomor wahid yang mesti diperhatikan. Baik antara logo dan warna ini perlu memiliki kecocokan dengan nuansa perusahaan atau produk dari sebuah brand.
Elemen visual akan memikat pelanggan karena keunikannya. Apalagi, brand juga merupakan jati diri dari pebisnis, perusahaan, dan produk.
Jadi buatlah sebuah logo brand dengan paduan warna yang unik dan menarik. Sebisa mungkin buatlah visual brand yang menggambarkan suasana hati yang menginspirasi, sekaligus mencerminkan visi perusahaan.
2. Psikologi warnaDalam sebuah studi, ternyata elemen warna dapat mempengaruhi perilaku dan keputusan. Jadi manfaatkan itu juga sebagai bagian dari proses branding.
Warna terbukti memiliki efek emosional dan psikologis, sehingga penting untuk memilih warna yang secara akurat dan menarik. Termasuk yang mencerminkan pesan yang ingin Sahabat komunikasikan melalui sebuah brand.
Misalnya seperti biru tua sering dipandang sebagai rona tradisional, andal, dan praktis, dan ideal untuk akuntan dan firma hukum. Sedangkan hijau limau, memancarkan getaran futuristik dan teknologi maju, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan perangkat lunak.
3. Desain situsSahabat perlu memastikan semua konten dan produk dalam website saling memperkuat dan melengkapi satu sama lain. Sehingga pengunjung dapat dengan mudah merasakan branding dari awal hingga akhir.
Adapun yang mesti diperhatikan mulai dari foto, penulisan, hingga font. Bahkan jarak antar paragraf juga harus disesuaikan.
Desai pula situs jualan Sahabat agar ramah pengguna. Artinya, mereka dapat dengan mudah menemukan informasi yang dicari.
4. Konten media sosialPlatform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, Pinterest dan YouTube, tentu saja akan sangat diperlukan. Terutama untuk meningkatkan kesadaran pelanggan untuk sebuah brand.
Jadi, manfaatkan konten media sosial untuk memperkuat pesan brand. Jadikan hal itu sebagai interaksi aktif agar pelanggan dapat terpengaruh secara psikologis.
5. Konsistensi adalah kunciIdentitas brand harus sangat jelas dalam segala bentuk periklanan dan pemasaran. Mulai dari konten media sosial hingga iklan digital. Semakin mudah dikenali, semakin mudah pelanggan mengingatnya.
Hal itulah yang menjadikan konsisten sebagai kunci dalam hal ini. Diikuti dengan gaya, citra, warna, dan faktor pendukung lainnya.
(bal)