LANGIT7.ID, Jakarta - Ada tips bagi
para santri untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hafalannya. Salah satunya dengan cara
membaca Al Quran, tapi dengan melihat mushaf.
Pengasuh Majelis Taklim Syubbanul Muttaqin Cianjur, Ustadz Tatam Wijaya mengatakan, membaca
Al Quran dengan melihat mushaf menjadi salah satu amalan terbaik umat Islam.
“Seutama-utama ibadah umatku adalah membaca Al Quran.” (HR. Baihaqi).
Menurutnya, hal itu juga akan memudahkan santri untuk meningkatkan hafalannya. Tidak hanya menghafal Al-Quran, tapi juga pelajaran dari para gurunya.
Baca Juga: Al Quran Usang Jangan Dibuang Sembarangan, Harus Ditangani Khusus"Dalam kitab Talim Mutaallim, Syekh az-Zarnuji membagikan kiat bagi para santri dan pelajar agar mereka lebih cepat dalam menghafal. Serta mampu menjaga hafalannya agar tidak mudah lupa," kata dia seperti dikutip
NU Online, Senin (24/10/2022).
Adapun tips yang dimaksud, antara lain:
1. Bersungguh-sungguh dalam menyimak pelajaran dan menghapalkannya;
2. Berusaha terus-menerus dan rutin melakukannya;
3. Mengurangi makan-minum yang berlebihan, salah satunya dengan memperbanyak puasa sunah;
4. Rajin menjalankan shalat malam;
5. Rutin membaca Al-Quran dengan cara melihat mushaf.
Selain itu, Syekh az-Zarnuji juga memberi doa dan amalan khusus kepada para penimba ilmu ketika mengambil kitab atau buku yang akan dipelajari atau dihapalkan.
Doanya adalah sebagai berikut: Bismillahi wasubhanallahi wal-hamdulillahi wala ilahaillallah wallahu akbar walahaula wala quwwata illa billahil-‘aliyyil-‘azhim al-‘azizil-‘alim ‘adada kulli harfin kutiba wa yuktabu abadal-abidin wa dahrad-dahirin.
Artinya, “Dengan menyebut nama Allah, maha suci Allah, segala puji milik Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar, dan tiada daya upaya selain pertolongan Allah yang maha tinggi, agung, mulia, dan maha mengetahui, sebanyak semua huruf yang telah ditulis dan akan ditulis selama-lamanya dan sepanjang waktu.”
Kemudian, setiap selesai shalat fardhu, mereka juga dianjurkan membaca: Amantu billahil-wahidil-ahadil-haqq wahdahu la syarika lah wakafartu bima siwahu.
Artinya, “Aku beriman kepada Allah, Dzat yang Maha Esa, Maha Tunggal, serta Maha Haq. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku ingkar kepada tuhan selain-Nya.”
"Selain kiat tersebut, para penuntut ilmu juga dianjurkan untuk selalu membaca shalawat, bersiwak setiap waktu, mengonsumsi madu, makan kandar dan kismis merah sebanyak 21 butir setiap hari (jika ada)," katanya.
(bal)