LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan akan melanjutkan dan mempercepat program akselerasi digital bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf).
Hal ini dilakukan sebagai respons cepat atas arahan Presiden Joko Widodo yang menyebut partisipasi UMKM dalam ekonomi digital adalah hal yang sangat penting karena potensi ekonomi digital di Indonesia yang sangat besar.
Sandiaga Uno mengatakan digitalisasi pelaku ekonomi kreatif harus didukung dengan pelaksanaan program konkret di antaranya Bangga Buatan Indonesia yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh kementerian dan lembaga terkait. Program ini memiliki target mendigitalisasi 30 juta pelaku UMKM sebelum tahun 2023.
"Kita terus mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk memanfaatkan platform digital dalam melakukan kegiatan perniagaan, mulai dari promosi, distribusi, hingga transaksi produk," ujar Sandiaga dalam keterangan resminya, Senin (16/8).
Dengan cara ini, para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menjadi pandemic winner dengan tetap bertahan dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat kita terutama yang berhubungan dengan transformasi menuju digitalisasi.
Sandiaga menambahkan bahwa pemerintah juga memiliki program "Beli Kreatif Lokal" yang telah dilaksanakan di kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau Toba bertajuk "#BeliKreatifDanauToba. Adapun program ini sudah dilaksanakan pada Februari hingga Juni 2021 dan akan dilaksanakan di daerah-daerah lainnya.
Baca juga:
Game Diharapkan jadi Wisata Super Prioritas, Ini Alasannya"Program ini berhasil meningkatkan penjualan UMKM yang berpartisipasi hingga tiga kali lipat dan meningkatkan digitalisasi hingga 170%,"jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda sejak awal 2020 menjadi salah satu faktor yang mengakselerasi digitalisasi pelau UMKM di sektor ekraf.
Pandemi juga memaksa terjadinya perubahan di segala lini kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya pemanfaatan platform digital sebagai bentuk inovasi dalam mendistribusikan serta mempromosikan produk-produk para pelaku ekonomi kreatif.
"Digitalisasi UMKM yang masuk ke platform digital jumlahnya terus bertambah. Sampai Agustus ini, sudah lebih dari 14 juta UMKM atau 22 persen dari total UMKM yang sudah bergabung dengan aplikasi e-commerce," kata Jokowi saat penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2022 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR-RI Tahun Sidang 2021 - 2022, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (16/8/).
Selain itu, Jokowi juga menjelaskan jika nilai transaksi perdagangan digital Indonesia pada tahun 2020 mencapai lebih dari Rp253 triliun. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 triliun di tahun 2021.
"(Digitalisasi UMKM ekonomi kreatif) juga mempermudah UMKM untuk masuk ke rantai pasok global," ujar Presiden.
(sof)