LANGIT.ID, Jakarta - IMF memprediksi 2023 akan menjadi tahun gelap, karena
resesi yang hampir dialami seluruh negara. Karena itu perbankan syariah pun perlu melakukan antisipasi.
Direktur
BCA Syariah, Pranata Nazamuddin, mengatakan pihaknya memiliki tiga fokus utama. Di antaranya pembiayaan konsumer, komposisi, dan teknologi informasi.
"Secara overall
pembiayaan konsumer kita tumbuh 144 persen (yoy). Kontribusi utama didapatkan dari sektor komersil untuk modal kerja," kata dia usai Media Workshop: Pengenalan Akad Pembiayaan Konsumer, Kamis (27/10/2022).
Dia menyebutkan bahwa dari sektor UMKM saat ini telah mencapai level cukup baik, yaitu sekitar 23 persen. Pihaknya menargetkan sektor UMKM mencapai pertumbuhan di angka 28,3 persen.
Baca Juga: Sasar Generasi Muda Menabung, BCA Syariah Raih Penghargaan OJKSelain itu, BCA Syariah juga akan melakukan pengkinian mobile banking. Seperti peluncuran aplikasi MyBCA syariah untuk tahun depan.
"Salah satu keunggulan aplikasi ini di antaranya murbahah emas yang bisa dilakukan melalui mobile, termasuk membuka rekening online, dan virtual account," sebutnya.
Dalam prediksi tahun gelap itu, lanjut dia, pihaknya mengaku optimistis industri akan tumbuh secara keseluruhan. Hingga akan meningkatkan pembiayaan konsumer di angka 7-8 persen.
"Memang produk unggulan kita dalam pembiayaan konsumer ini adalah KPR dan murabahah emas," ujar dia.
(bal)