LANGIT7.ID, Jakarta -
Qatar telah mengosongkan blok apartemen yang menampung ribuan pekerja asing di Doha. Pusat ibu kota ini menjadi tempat bagi para penggemar sepak bola yang berkunjung dan tinggal selama Piala Dunia 2022.
Dilansir dari laporan
Reuters, Sabtu (29/10/2022), para pekerja diusir dari tempat tinggalnya. Lebih dari selusin bangunan juga telah dievakuasi dan ditutup oleh pihak berwenang.
Langkah itu dilakukan kurang dari empat minggu sebelum dimulainya
Piala Dunia pada 20 November mendatang. Turnamen sepak bola terbesar itu menarik perhatian internasional, di mana Qatar memberlakukan aturan ketat terhadap pekerja asing dan undang-undang sosial yang membatasi.
Kebijakan itu memaksa sebagian besar pekerja Asia dan Afrika mencari perlindungan apa yang mereka bisa. Termasuk tempat tidur di trotoar yang berada di dekat bekas rumah mereka.
Baca Juga: Kasus Menurun, Qatar Cabut Regulasi Tes Covid-19Menurut pengakuan salah satu warga yang tinggal di distrik Al Mansoura Doha, pihak berwenang datang ke lokasi pada hari Rabu (26/10) lalu sekitar pukul 20.00 malam. Petugas kemudian memberitahu bahwa penduduk di distrik yang menampung 1.200 orang itu hanya punya waktu dua jam untuk pergi.
Pejabat kota kembali sekitar pukul 22.30, memaksa semua orang keluar dan mengunci pintu gedung, kata mereka. Beberapa pria tidak dapat kembali tepat waktu untuk mengambil barang-barang mereka. "Kami tidak punya tempat untuk pergi," ujar salah satu warga.
Seorang pejabat pemerintah Qatar mengatakan pengusiran itu tidak terkait dengan Piala Dunia. Kebijakan itu disebutnya telah dirancang sesuai dengan rencana komprehensif dan jangka panjang yang sedang berlangsung untuk mengatur kembali wilayah Doha.
"Semua telah dipindahkan ke akomodasi yang aman dan layak. Permintaan untuk mengosongkan akan dilakukan dengan pemberitahuan yang tepat," katanya.
Pejabat Qatar mengatakan pemerintah kota telah menegakkan undang-undang Qatar 2010 yang melarang "kamp pekerja di dalam area perumahan keluarga". Namun, beberapa pekerja yang digusur berharap menemukan tempat tinggal di tengah akomodasi pekerja yang dibangun khusus di dalam dan sekitar zona industri di pinggiran barat daya Doha atau di kota-kota terpencil.
Baca Juga:
Qatar 2022 jadi Piala Dunia Terakhir Lionel Messi
Atasi Kemacetan, Qatar Potong Jam Kerja dan Belajar(gar)