LANGIT7.ID, Jakarta - Penyanyi
Raisa Andriana selalu
membaca doa yang diambil dari Al-Quran sebelum beraktivitas. Hal itu diungkapkan Raisa dalam salah satu unggahan di akun instagramnya.
"Doa pedomanku setiap mau kegiatan apapun," ungkap Raisa melalui akun instagram @Raisa6690 sembari mencantumkan doa yang selalu dibacanya. Doa tersebut termaktub dalam Surah Thaha ayat 25-28:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Robbisrohli Sodri Wa Yassirli Amri Wah Lul Uqdatan Min Lisani Yafqohu Qouli.
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”
Baca Juga: Bacaan Doa Kurb, Diamalkan Nabi SAW saat Dapat Kesulitan Berat
Dalam kitab Zubdatul Tafsir, doa tersebut dipanjatkan oleh Nabi Musa Alaihissalam agar Allah melapangkan dadanya agar mampu bersabar dari kejahatan orang lain yang ditujukan kepadanya dan mampu memikul risalah.
Dalam buku "Doa Harian yang Dianjurkan Para Nabi dan Orang Saleh" yang disusun oleh Tim Lentera Hati dijelaskan, doa Nabi Musa AS dalam menghadapi Fir’aun merupakan doa agung dan mulia. Doa itu dipanjatkan ketika Nabi Musa menerima perintah untuk mendakwahi Fir’aun.
Doa ini menyingkap aspek kemanusiaan yang terdapat pada diri seorang nabi. Hal ini terlihat tatkala Nabi Musa AS menyadari bahwa beliau mendapat perintah dari Allah untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada penguasa Mesir.
Sayyid Quthb mengatakan, ketakutan Nabi Musa AS pada Fir’aun bukan hanya tentang Fir’aun akan mendustakan sebagai utusan Allah Ta’ala. Tetapi, kekhawatiran Musa lebih berdasar pada kemungkinan terjadinya pendustaan tersebut, sedangkan dia tidak mampu memberikan penjelasan yang memuaskan, karena kurang fasih berbicara.
Baca Juga: Baca Doa Sapu Jagat Tiga Kali agar Terhindar dari Api Neraka
Doa Nabi Musa AS menghadapi Fir’aun itu dikabulkan Allah Ta’ala yang dinyatakan dalam Surah Thaha ayat 36:
قَالَ قَدْ اُوْتِيْتَ سُؤْلَكَ يٰمُوْسٰى
Dia (Allah) berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa!
Para Ulama menganjurkan agar doa tersebut dibaca setiap muslim setiap hendak belajar, menjalani ujian atau melakukan aktivitas.
(jqf)