LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 7 kesalahan finansial dalam
berbisnis yang masih diabaikan sejumlah pelaku usaha. Kondisi ini harus diantisipasi karena bisa menyebabkan bangkrut.
Masalah seputar
keuangan merupakan faktor penting sebagai tolok ukur laju bisnis. Untuk itu, kesalahan dalam urusan finansial mesti segera dievaluasi.
Melansir
Entrepreneur, berikut 7 kesalahan
finansial dalam bisnis:
Baca Juga: 5 Cara Sederhana Berbisnis Lewat Media Sosial, Dijamin Efektif1. Tak tahu perbedaan laba dan arus kasDunia bisnis berkaitan erat dengan ekonomi dan akuntansi. Paling tidak, pebisnis harus memahami dasar-dasarnya, seperti memahami perbedaan laba dan arus kas.
Jadi, pencatatan keuangan (keuntungan) mestinya dilakukan saat dilakukan pembayaran dan bukan saat mengeluarkan barang. Itu karena melakukan tagihan dapat menjadi tantangan tersendiri atau bahkan terjadi gagal bayar.
2. Pengeluaran operasional tinggiEvaluasi harus segera dilakukan saat pengeluaran untuk kebutuhan operasional bisnis sangat tinggi, terlepas dapat atau tidaknya transaksi. Di antaranya seperti sewa kantor, gaji karyawan, dan kebutuhan R&D.
Untuk itu, pebisnis bisa memanfaatkan sif piket, WFH maupun WFA. Menerapkan kerja jarak jauh dapat yang menghemat waktu perjalanan dan biaya operasional kantor, seuingga urusan finansial dapat lebih sehat.
3. Tidak memiliki anggaranAlokasi modal adalah tanggung jawab penting yang harus dikelola pebisnis. Anggarkan dan proyeksikan kebutuhan belanja untuk perkembangan bisnis secara tepat.
Terkadang ada pengeluaran tak terduga yang harus menguras anggaran. Sehingga pebinis jangan sampai tergoda untuk membeli banyak hal tanpa menyelesaikan apa-apa.
4. Melebih-lebihkan pendapatanPebisnis memang harus selalu berpikir optimistis, tapi bukan berarti Sahabat bisa melebih-lebihkan perhitungan pendapatan.
Ekspektasi diperlukan sebagai visi jangka panjang bisnis. Namun realitas adalah segalanya, jadi hitung dan masukkan angka-angka perihal akuntasi bisnis sesuai kenyataan.
5. Modal tidak cukupWalaupun sebagian pendapat mengatakan bisnis tak perlu modal uang, tapi kenyataannya bisnis sangat membutuhkan uang sebagai modal.
Jadi, pastikan Sahabat memiliki modal yang diperhitungkan dengan matang, seperti untuk kebutuhan operasional, gaji karyawan, keuntungan dan kerugian. Paling tidak, disarankan untuk memiliki modal cukup untuk kebutuhan bisnis selama 6 bulan ke depan.
6. Banyak utangAda banyak yang bisa memberikan pebisnis pinjaman uang atau utang, baik per orangan maupun lembaga keuangan. Namun, pebisnis harus sebisa mungkin tidak tergiur untuk berutang.
Utang memiliki risiko yang cukup tinggi. Apalagi perbankan mengharuskan pebisnis untuk mengembalikan pinjaman sekalipun bisnis yang dijalankan gagal.
7. Tidak memisahkan uang pribadi dan bisnisTidak memisahkan antara keuangan pribadi dan bisnis adalah sebuah kesalahan. Untuk itu, pebisnis harus memperlakukan bisnisnya sebagai entitas terpisah.
Pasalnya, mengelola keuangan secara efisien adalah salah satu hal penting dalam bisnis apa pun. Walaupun masalah finansial tidak semenarik urusan pemasaran, tetap saja hal ini mesti diperhitungkan.
(bal)