LANGIT7.ID - , Jakarta - Pengusaha keturunan Turki,
Hamdi Ulukaya, tak menyangka bila langkahnya ke
Amerika Serikat berujung kesuksesan dalam berbisnis.
Meninggalkan tanah kelahirannya,
Turki, Hamdi hanya berbekal uang 3.000 dolar Amerika atau sekitar Rp46 juta di tahun 1994 dan koper kecil. Niat semula, dia ingin menempuh pendidikan tinggi di Negeri Paman Sam.
Baca juga: Profil KH Ahmad Sanusi, Sosok Santri yang Diberi Gelar Pahlawan dari JokowiNamun, seiring berjalannya waktu malah membawa Hamdi menjadi
wirausahawan sukses di bidang industri makanan.
Saat ia memutuskan untuk berbisnis di bidang industri makanan, Hamdi tidak memiliki pengalaman dalam menjalankan usaha sebelumnya. Dia dibesarkan oleh kedua orang tua yang berprofesi sebagai perternak domba dan kambing.
Kala itu, ia mengikuti saran sang ayah untuk memulai bisnis dengan menjual keju. Hanya saja, Hamdi merasa bisnis itu tidak memiliki masa depan bila diteruskan.
Kemudian, Hamdi tanpa sengaja membaca sebuah iklan
pabrik yogurt yang dijual dengan fasilitas lengkap. Dia pun segera menghubungi pengacaranya dan memutuskan untuk membeli pabrik tersebut.
"Ketika saya memutuskan untuk membeli pabrik yogurt tersebut dan mencoba untuk berbisnis dibidang ini, saya memulainya dengan mempekerjakan empat karyawan. Saya memiliki harapan dan memberikan kepercayaan kepada mereka, bahwa mereka bisa membuat yogurt dengan kualitas terbaik," imbuh founder dan CEO Chobani ini.
Baca juga: Mengenal Cara Bisnis Sosok Pengusaha Jalan Tol Jusuf HamkaDi tahun 2007 produk pertama yogurt Chobani resmi diluncurkan dan dijual ke masyarakat. Saat itu publik menerimanya dengan sangat baik.
"Saya menjual produk pertama ini hingga tahun 2012 dan penjualan dilakukan di sekitaran pabrik pertama Chobani, Upstate New York," tambahnya.
"Namun di sisi lain saya merasa ada tantangan yang akan menghambat penjualan. Ini disebabkan oleh masyarakat yang terus menerus membeli produk ini. Saya pun memutuskan untuk pindah dan membangun pabrik lain di Idaho", lanjutnya.
Di tahun 2011 Yogurt Chobani, dalam lima tahun pertamanya meraup penghasilan sekitar 1 miliar dolar Amerika atau Rp15,6 triliun, dan menjadi pemimpin pasar yogurt di Negeri Paman Sam.
Di tahun 2013, Ernst & Young menobatkan Hamdi Ulukaya sebagai World Entrepreneur, karena kesuksesannya dalam membangun bisnis yogurt.
Baca juga: Mengenal Jawed Karim, Sosok Muslim di Balik Kelahiran YouTubeBerdasarkan majalah Forbes, kekayaan Hamdi mencapai angka 1,92 miliar dolar Amerika dan bertambah di tahun 2019 menjadi 2 miliar dolar Amerika. Sementara perusahaan miliknya menghasilkan penjualan sebesar 1,5 miliar dolar Amerika di tahun pertama 2020.
Selama ia berbisnis Hamdi selalu mengutamakan kesejahteraan karyawannya. Bahkan, dia memberi upah sebesar 15 dolar Amerika atau Rp235.000 per jam.
Meski mendapat predikat pengusaha sukses, tak menjadikan Hamdi lupa dengan sesama. Sebagai mantan imigran Turki, di tahun 2016 dia mendirikan program perkemahan untuk pengungsi.
Program ini didukung oleh lebih dari 200 perusahaan seperti American Express, Airbnb, Bain & Company, dan Doordash.
Dikutip dari Worth, Rabu (16/11/2022), perusahaan Chobani mempekerjakan 30 persen pengungsi dan imigran. Dia pun mendonasikan sekitar 55 juta barangnya untuk makan keluarga pengungsi dan imigran.
Tak berhenti di situ, di tahun 2021, saat perusahaannya melantai di pasar bursa, Hamdi memberikan sektar 10 persen kepemilikan perusahaan pada karyawannya.
Baca juga: Sosok Al-Battani, Astronom Muslim Penemu Jumlah Hari dalam Setahun"Perusahaan harus berfokus kepada kemanusiaan dan bukan hanya sekedar keuntungan saja. Bisnis masih merupakan cara terkuat dan paling efektif untuk mengubah dunia," tutupnya.
(est)