Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home sosok muslim detail berita

Profil KH Ahmad Sanusi, Sosok Santri yang Diberi Gelar Pahlawan dari Jokowi

ummu hani Jum'at, 04 November 2022 - 11:28 WIB
Profil KH Ahmad Sanusi, Sosok Santri yang Diberi Gelar Pahlawan dari Jokowi
KH Ahmad Sanusi, intelektual muslim yang diberi gelar pahlawan oleh Presiden Joko Widodo. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar pahlawan kepada lima tokoh nasional, salah satunya KH Ahmad Sanusi. Tokoh intelektual Muslim ini berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia.

KH Ahmad Sanusi lahir pada Jumat, 18 September 1888 M, di Kampung Cantayan, Cikembar Cibadak, Sukabumi dan merupakan putra K.H Abdurrahman bin Yasin.

Baca juga: Pemerintah Anugerahkan Gelar Pahlawan kepada 5 Tokoh Nasional Ini

Selama kurang lebih 16 tahun, KH Ahmad Sanusi dibesarkan di tengah lingkungan pesantren yang kental dengan keilmuan agama. Sebagai santri muda, ia belajar secara intensif dengan ayahnya hingga melanjutkan pendidikan di beberapa pesantren.

Mengutip dari laman Himpunan Mahasiswa UIN Bandung, pada saaat menginjak usia 17 tahun, KH Ahmad Sanusi mondok di beberapa pesantren di wilayah Jawa Barat, seperti Cisaat, Sukaraja, Sukabumi, Cianjur, Garut, dan Tasikmalaya.

Sepanjang hidupnya, KH Ahmad Sanusi dalam kiprahnya mengabdi kepada negara memberikan banyak kontribusi dalam perkembangan agama pada masa proses kemerdekaan Indonesia. Pada 1915, KH Ahmad Sanusi membantu mengajar di pondok pesantren ayahnya.

KH Ahmad Sanusi sangat piawai dalam menyampaikan ilmu dan metode pengajaran sehingga materinya mudah diterima oleh santri dan jamaahnya. Oleh karena itu KH Ahmad Sanusi mendapatkan julukan ajengan cantayan.

Pada 1921, atas bimbingan dari sang ayah. Sanusi merintis pesantren miliknya sendiri yang berlokasi di daerah Genteng Babakan Sirna, Cibadak, Sukabumi. Di sana, ia dijuluki Ajengan Genteng.

Baca juga: Menguatkan Umat Lewat Film-Film Kepahlawanan Muslim

Selain itu, ia juga membentuk beberapa Majlis Ta’lim sebagai forum kajian di masyarakat Cikukulu, Cipelang Gede Sukabumi, dan Cijengkol Cianjur.

Dalam kurun waktu enam tahun memimpin pesantren dan mengelola majelis taklim, KH Ahmad Sanusi menghasilkan banyak karya tulis, baik berkaitan dengan keilmuan upaya mematik semangat juang, maupun proyeksi menegur para ulama yang menjadi kaki tangan Belanda.

KH Ahmad Sanusi mendapat julukan ulama Pakauman, yang akhirnya direspons keras oleh pihak Belanda dengan siasat memenjarakan dirinya melalui tuduhan memobilisasi masa pada momentum perusakan jaringan kawat telepon penghubung Bogor-Sukabumi-Bandung.

Maka pada 1927, KH Ahmad Sanusi dipenjara selama sembilan bulan di Penjara Cianjur dan dipindahkan ke Sukabumi sampai November 1928. Selanjutnya, ia diasingkan (internir) ke Batavia Centrum Senen.

Namun terdapat hikmah besar dari pengasingan itu. KH Ahmad Sanusi menjadi fokus mencurahkan buah pikirannya dalam karya tulis yang didominasi oleh responsnya terhadap berbagai persoalan khilafiyyah di tengah masyarakat.

Baca juga: Google Doodle Kenang Rasuna Said, Pahlawan Muslimah Indonesia

Pada 20 Februari 1939, K.H Ahmad Sanusi akhirnya dapat menghirup udara bebas melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jenderal Hindia Belanda No.3, yang terbit atas usulan pejabat baru Advicer Voor Inlandse Zaken, G.F. Pijper, kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda A.W.L Tjarda.

Sekitar 525 karya tulis yang 400 di antaranya tersusun rapi di Universitas Leiden Belanda. Oleh karena itu, menurut Van Bruinessen produktifitas Ahmad Sanusi merupakan salah satu dari karya orisinal orang Sunda.

Salah satu karyanya yang terkenal adalah kitab Maljau at-Thalibin yang merupakan kitab tafsir menggunakan bahasa Sunda. Dalam kitab tafsir banyak memuat tanggapan KH Ahmad Sanusi terhadap gugatan kalangan reformis terkait masalah khilafiyyah dalam perkara ibadah.

Baca juga: Ratu Kalinyamat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional ke Presiden

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)