LANGIT7.ID, Jepara - Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) telah menyelesaikan verifikasi usulan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat. Tim telah mendapatkan arsip sejarah dengan sejumlah fakta-fakta di lapangan.
“Berdasarkan dukungan dari sumber-sumber data primer, besar harapan saya ini bisa gol untuk menjadi pahlawan nasional kita,” kata Ketua TP2GP dr Mukhlis Paeni, di Masjid Mantingan kompleks malam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, dikutip dari laman Pemkab Jepara, Kamis (1/9/2022)
Di masjid itu, timnya juga diajak melihat bukti artefak seni ukir masa Ratu Kalinyamat.
Baca juga: Fakta soal Kapitan Pattimura yang Dikabarkan Beragama IslamKemudian, menuju sisi barat masjid untuk berziarah dengan didampingi Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta. Di arsip nasional, Presiden Ir. Soekarno pada 13 September 1952 pernah berziarah ke makam tersebut.
Mukhlis menegaskan, meski telah memenuhi keriteria, keputusan penganugerahan gelar pahlawan tetap berada di tangan Presiden. Pihaknya hanya memberikan rekomendasi tentang kelayakan akademis.
“31 Desember ini sudah akan masuk ke meja dewan gelar dan ke Presiden, saya minta bantuan doa,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Edy Supriyanta menyampaikan dukungan dan harapan besar seluruh masyarkat Jepara. Ia berharap Presiden Joko Widodo berkenan menetapkan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.
“Kami semua mendukung penuh, kita berdoa bersama-sama agar Ibu Ratu Kalinyamat dapat dinobatkan sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.
Baca juga: 5 Pahlawan Wanita yang Berjasa Bagi Kemerdekaan IndonesiaSebelum menuju areal Masjid Mantingan, terlebih dulu tim melakukan verifikasi kelayakan akademis di ruang rapat Sosrokartono Setda Jepara. Setalah rampung, tim bersama jajaran Pemkab Jepara menuju ke Masjid Mantingan.
Sebagai informasi, Ratu Kalinyamat merupakan pejuang perempuan yang ikut memerangi kolonialisme di abad ke-15. Ratu Kalinyamat merupakan putri dari Sultan Trenggono, Raja Demak ke-3 yang memerintah tahun 1505-1513 dan 1521 -1546.
(sof)