LANGIT7.ID, Jakarta - Kapitan Pattimura atau dikenal Thomas Matulessy merupakan salah satu
pahlawan nasional Indonesia. Sosoknya diabadikan di mata uang rupiah pecahan Rp1.000.
Panglima perang dari Maluku ini dikabarkan
bergama Islam. Pria yang digambarkan memegang golok ini turut berjuang mengusir penjajah dari Tanah Nusantara.
Informasi bahwa
Kapitan Pattimura beragama Islam disampaikan oleh penceramah Ustadz Adi Hidayat. Dia mengambil referensi dari pakar atau sejarawan.
"Namanya adalah Ahmad Lussy, seorang muslim," kata
Ustadz Adi Hidayat dalam potongan ceramahnya dikutip Jumat (26/8/2022).
Baca Juga: Pahlawan Perempuan Indonesia, Ini Profil Raden Dewi SartikaAdapun sumber yang menyebutkan Thomas Matulessy bernama Ahmad Lussy dan beragama Islam mengacu pada buku Api Sejarah Volume I (2009) karya Ahmad Masnyur Suryanegara.
Menurut sejarawan dari Universitas Pattimura, Jhon Pattiasina, Thomas Matulessy dan Ahmad Lussy adalah dua orang yang berbeda.
Thomas Matulessy berasal dari Saparua, tempat Pemberontakan Pattimura berlangsung pada 1817. Sedangkan, Ahmad Lussy berasal dari Hualoy, Amalatu, Seram Bagian Barat.
Ahmad Lussy bertugas memimpin pasukan dari Hualoy menuju Saparua untuk bergabung dalam Pemberontakan Pattimura. Hal inilah yang diduga menimbulkan kemiripan antara Ahmad Lussy dan Thomas Matulessy.
Kapitan Pattimura sebelum melakukan perlawanan terhadap VOC, pernah berkarier dalam militer sebagai mantan sersan militer Inggris.
Dia memimpin sejumlah peperangan hebat melawan pasukan Belanda baik di darat maupun laut. Namun Thomas Matulessy beserta bala tentaranya kalah karena politik adu domba dari Belanda.
Pattimura akhirnya diadili dan ditetapkan untuk menerima hukuman mati bersama sejumlah pengikutnya. Eksekusi diadakan pada 16 Desember 1817 di lapangan Benteng Victoria Ambon.
(bal)