Hari ini, kita membutuhkan lebih banyak Agus Salim baru. Orang yang menguasai bahasa dunia, memahami geopolitik, dan berani berkata benar di hadapan siapa pun, tanpa tunduk pada tekanan.
Kisah Sa'ad bin Muadz mengajarkan nilai kepahlawanan dalam Islam. Pemimpin Anshar ini masuk Islam usia 31 tahun, menjadi pembela utama Rasulullah di Perang Badar dan Khandaq. Wafat syahid dengan keistimewaan, makamnya mengeluarkan aroma kasturi dan mendapat doa khusus Rasulullah.
Pemerintah Indonesia akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional KH Ahmad Sanusi dari Jawa Barat. Beliau merupakan salah satu anggota BPUPKI yang belum mendapat gelar pahlawan nasional. Tak hanya itu, beliau merupakan muhaddits atau Ulama Hadits besar keturunan Sunan Giri.
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan akan memberi gelar pahlawan kepada lima tokoh nasional, salah satunya KH Ahmad Sanusi. Tokoh intelektual Muslim ini berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia.
Kapitan Pattimura atau dikenal Thomas Matulessy merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia. Sosoknya diabadikan di mata uang rupiah pecahan Rp1.000.
Namanya tak banyak dikenal, nama Robert of Saint Albans yang merupakan Panglima Tentara Salib menggemparkan Inggris kala itu sebab berbalik arah melawan pasukannya sendiri hingga syahid.
Lafran Pane adalah kader Muhammadiyah pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Namanya harum di kalangan HMI. Kesederhanaannya luar biasa, bahkan sampai tidak memiliki rumah sendiri.
Buya Hamka masyhur sebagai ulama dam sastrawan. Selain itu, beliau juga merupakan pahlawan nasional yang dahulu ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Pemerintah melalui Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan menetapkan pejuang asal Banten, Raden Aria Wangsakara, sebagai Pahlawan Nasional. Raden Aria Wangsakara dikenal sebagai tokoh pendiri Tangerang sekaligus ulama kharismatik juga sebagai tokoh sentral perlawanan terhadap penjajah Belanda.
Mohammad Roem adalah salah satu diplomat di awal masa kemerdekaan yang punya banyak andil dalam menjaga kedaulatan negara baru bernama Republik Indonesia. Namun sayang perannya banyak terlupakan, ia sempat dipenjara di masa Soekarno dan hak politiknya ditahan oleh Soeharto.