Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 30 Januari 2026
home global news detail berita
Muktamar Muhammadiyah

KH Maruf Amin: Islam Berkemajuan Sejalan dengan Visi Indonesia

Muhajirin Senin, 21 November 2022 - 15:01 WIB
KH Maruf Amin: Islam Berkemajuan Sejalan dengan Visi Indonesia
Wakil Presiden KH Maruf Amin saat menutup Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Edutorium UMS Solo, Ahad (20/11/2022) (foto: BPMI Setwapres)
LANGIT7.ID, Surakarta - Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, menilai visi Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah sejalan dengan visi Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Visi Islam Berkemajuan memang jadi hakikat perjuangan organisasi Muhammadiyah. Visi yang mulia ini sejalan visi bangsa Indonesia yang tengah kita perjuangan karya sekarang, mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Ma’ruf Amin saat menutup Muktamar ke 48 Muhammadiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Ahad (20/11/2022) malam.

Ma’ruf menjelaskan, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada 1912 karena didorong oleh semangat pembaharu. Pasalnya, kondisi umat Islam di Nusantara saat itu masih statis dan tidak berkembang.

Baca Juga: Sah! Duet Haedar-Muti Kembali Pimpin Muhammadiyah 5 Tahun Lagi

Semangat itu juga sejalan dengan visi Indonesia Emas yang ingin menjadikan bangsa ini maju dalam hal sumber daya manusia (SDM) unggul. “Bangsa yang maju menjadi satu dari lima ekonomi terbesar dunia. Negara gemah ripah loh jinawi, baldatun tayyibatun warabbun ghafur,” kata Ma’ruf Amin.

Muhammadiyah mengembangkan Islam Berkemajuan atas dasar keyakinan Islam adalah agama yang mengajarkan kemajuan dalam semua aspek kehidupan.

Sebagai organisasi yang berdasarkan Islam, Muhammadiyah bertanggung jawab menguatkan nilai-nilai kemajuan dalam pemahaman agama dan perwujudannya dalam kehidupan pribadi, berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa, dan berkemanusiaan universal.

Baca Juga: Muktamar Aisyiyah Pilih 7 Orang Formatur Penentu Anggota Pimpinan Pusat

Dengan Islam Berkemajuan, Muhammadiyah berusaha mengurai sikap yang membelenggu pemahaman Islam dalam satu pandangan sempit yang anti-perubahan.

Pengertian Islam Berkemajuan


Dalam Muktamar ke-48 di Surakarta, Muhammadiyah merumuskan Risalah Islam Berkemajuan. Risalah tersebut disusun untuk menguatkan khidmat Muhammadiyaj pada kepentingan keumatan, kebangsaan, kemanusiaan, dunia internasional, dan kemaslahatan masa depan umat manusia.

Perkhidmatan ini dilakukan atas dasar keikhlasan untuk mencari ridha Allah Ta’ala dan memberikan kemanfaatan seluas-luasnya.

Pasca Muktamar, seluruh elemen Muhammadiyah dari pimpinan sampai warga Muhammadiyah bertanggung jawab mendakwahkan konsep dasar Islam Berkemajuan. Itu agar menjadi kesadaran bagi umat Islam untuk meraih keunggulan, dan pemahaman bagi masyarakat global.

Baca Juga: Inilah 13 Nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah Terpilih

Hal tersebut untuk menciptakan tata dunia yang ramah, adil, dan damai demi kemaslahatan umat manusia pada khususnya dan seluruh ciptaan Allah Ta’ala di muka bumi pada umumnya.

Dalam Risalah Islam Berkemajuan, disebutkan ciri Islam Berkemajuan, di antaranya:

1. Berlandaskan pada tauhid2. Bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah
3. Menghidupkan ijtihad dan tajdid
4. Mengembangkan dan menyebarluaskan wasathiyah
5. Mewujudkan rahmat bagi seluruh alam

Sementara itu, manhaj Islam Berkemajuan meliputi:

1.Sumber ajarannya ialah Al-Qur’an dan As-Sunnah
2. Meyakini dimensi Islam terdiri dari akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah duniawiyah
3. Menggunakan tiga pendekatan yakni berbasis teks (bayani), akal pikiran (burhani), dan intuisi (irfani)
4. Tidak menutup ijtihad dengan tetap terbuka serta toleran dengan perbedaan
5. Memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan
6. Tidak berafiliasi terhadap mazhab tertentu
7. Memandang manusia sebagai makhluk mulia

Baca Juga: Muktamar Berlangsung Adem, Tidak Ada Kompetisi di Muhammadiyah

Risalah Islam Berkemajuan juga merambah pada ragam gerakan, di antaranya:

1. Gerakan dakwah. Umat Islam memiliki kewajiban untuk melanjutkan misi dakwah profetik karena merupakan bagian dari amanah yang diberikan oleh Allah Ta’ala

2. Gerakan tajdid. Gerakan tajdid ini bertujuan untuk memperbaharui cara berpikir umat agar lepas dari kondisi kemiskinan ilmu, kemunduran budaya, dan kemerosotan akhlak

3. Gerakan ilmu. Hal ini diwujudkan dalam bentuk pengemgangan pusat-pusat keilmuan, riset, dan inovasi, dan pertemuan ilmiah.

4. Gerakan amal. Pentingnya pelembagaan amal shalih yang berorientasi pada pemecahan problem-problem kehidupan, seperti lembaga-lembaga kedermawanan, kesejahteraan, pemberdayaan, pendidikan, dan kesehatan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 30 Januari 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
12:09
Ashar
15:29
Maghrib
18:21
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan