LANGIT7.ID - , Jakarta - Salah satu cara untuk mengenal dan memahami karakter masyarakat, budaya, dan sejarahnya adalah melalui kuliner jalanan. Umumnya makanan kaki lima dijual dalam gerobak, truk, atau tenda di sepanjang jalan kota. Karakteristik lain dari
jajanan kaki lima adalah murah dan mudah dikonsumsi.
Qatar, sebagai tuan rumah
Piala Dunia 2022, ternyata menyimpan
wisata kuliner kaki lima yang sayang bila dilewatkan. Terlebih bagi Anda pecinta makanan khas suatu daerah.
Baca juga: 7 Rekomendasi Jajanan Khas Indonesia, Cocok Saat Musim HujanNah, daripada penasaran, berikut 6 jajanan kuliner kaki lima yang wajib dicoba saat berkunjung ke Qatar, dikutip dari Visit Qatar, Selasa (22/11/2022):
Chapati atau poori dengan karak
![Piala Dunia 2022: Qatar Punya Kuliner Kaki Lima, Fans Bola Wajib Coba]()
Mirip dengan paratha India, poori atau chapati merupakan roti pipih dengan kerak yang renyah. Roti ini dapat dimakan langsung atau digulung dengan piliah isian gurih manis. Berbagai pilihan isian bisa Anda dapatkan mulai dari keju dan daging cincang hingga madu dan Nutella.
Chapati panas yang mengepul ini sangat cocok ditemani dengan teh karak, yaitu campuran teh hitam, susu, gula, dan kapulaga. Terkadang ada juga tambahan kunyit juga jahe.
Makanan ringan ini sangat populer di Qatar, sehingga tiap sudut kedai teh selalu menyajikan secangkir karak panas dan chapati gulung.
Lokasi untuk menikmati chapati dan karak ada di Katara atau Shay al Shamoos di Souq Waqif. Dua tempat ini terkenal dalam menyajikan karak terbaik di Qatar. Sementara untuk karak tandoori khusus, Anda bisa mendatangi Karak Stop di Mall of Qatar.
Shawarma
![Piala Dunia 2022: Qatar Punya Kuliner Kaki Lima, Fans Bola Wajib Coba]()
Shawarma adalah salah satu makanan kaki lima yang banyak ditemui di negara-negara Timur Tengah. Makanan ini terbuat dari potongan ayam atau daging sapi tanpa tulang yang ditumpuk dan dipanggang di atas tusuk sate yang berputar.
Saat daging dimasak, pinggirannya yang renyah diiris dan dibungkus dengan roti bersama saus, acar, atau kentang goreng.
Rotinya bervariasi dari bundar tebal, pita pipih hingga ghubuz Arab atau saj tipis kertas. Variasi roti biasanya tergantung asal negara, seperti Lebanon, Turki, Suriah, atau lainnya.
Mayoritas menu Timur Tengah menyajikan shawarma dalam potongan-potongan kecil sebagai hidangan pembuka.
Nah, saat berkunjung di Qatar, Sahabat Langit7 dapat datang ke Mashawi Al Arabi di kawasan Bandara Lama atau Jabal Lebnan di Jalan Al Nasr, sedikit jauh dari Doha. Al Bisana di Katara adalah hot spot lainnya, seperti halnya Petra, dengan lokasi di sekitar kota.
Bola goreng terbuat dari buncis (falafel)
![Piala Dunia 2022: Qatar Punya Kuliner Kaki Lima, Fans Bola Wajib Coba]()
Camilan vegan yang populer ini disajikan dalam bentuk bola-bola kecil yang digoreng garing atau irisan daging bulat pipih. Terbuat dari buncis, kacang fava, atau keduanya. Dicampur dengan bawang putih, peterseli, ketumbar, dan tahini, pangsit goreng ini bisa dinikmati sendiri atau di kantong pita bersama dengan salad dan acar.
Falafel dapat dikonsumsi kapan saja, sebab ini adalah menu sarapan populer, hidangan pembuka, dan kudapan.
Untuk mencicipi falafel, Anda bisa pergi ke Falafel AlAkawi, atau dari Zater wa Zeit, Layali Al Qahira sambil berkeliaran di sekitar souq. Khan Farouk dan Ard Canaan di Katara menyajikan falafel isi atau panggang.
Baca juga: 5 Jajanan Anak Nostalgia, Merk Sama Tapi Harga Berbeda
Ragag (crepes)
![Piala Dunia 2022: Qatar Punya Kuliner Kaki Lima, Fans Bola Wajib Coba]()
Crepes bertekstur setipis kertas, tetapi ia juga termasuk camilan lokal yang populer di Qatar. Bentuknya dilipat atau digulung menjadi bentuk kerucut.
Ragag memiliki tekstur renyah, seperti wafer, paling enak dimakan panas dengan teh, serta kebab atau diolesi dengan topping seperti keju, telur, madu dan mhyawa (pasta ikan kental) yang bisa dioleskan di atasnya.
Anda dapat pergi ke alun-alun pusat di Souq Waqif untuk mencoba kerenyahannya. Di sana terdapat wanita lokal yang mendirikan kios dengan menjual makanan segar termasuk ragag. Shay Al Shamoos di Souq Waqif juga menyajikan beberapa rigag terbaik di kota.
Samboosa atau samosa
![Piala Dunia 2022: Qatar Punya Kuliner Kaki Lima, Fans Bola Wajib Coba]()
Samosa atau sambusak merupakan makanan versi modern dari pangsit goreng isi yang dikenal di Persia kuno sebagai sanbosag. Berbeda dengan versi Asia Selatan yang menyajikan samosa lebih besar dengan kerak tebal dan isian kentang, samosha versi Arab lebih kecil, kerak tipis diisi dengan daging cincang, bayam, atau keju.
Disajikan dengan berbagai chutney, kantong rasa kecil ini disajikan sebagai pendamping teh sore hari atau sebagai makanan pembuka.
Anda bisa mencicipi makanan ini di banyak toko makanan penutup di sekitar kota seperti Delhi Bakery di Doha Jadeeda dan Soghaat di Salwa Road. Untuk versi yang lebih enak, cobalah samosa ayam di Spice Market di W Doha Hotel & Residences.
Baca juga: Rahasia Sukses Bisnis Kaki Lima, Perhatikan 5 Hal Ini
Luqaimat
![Piala Dunia 2022: Qatar Punya Kuliner Kaki Lima, Fans Bola Wajib Coba]()
Lokma atau luqaimat adalah pangsit tepung manis yang menyerupai lubang donat. Cara makannya direndam dalam sirup gula dan dibumbui dengan kapulaga dan kunyit.
Pangsit berkulit keras ini memiliki bagian tengah yang lengket dan hangat. Penduduk setempat mengklaim sulit untuk berhenti begitu Anda mulai memakannya. Umumnya, lokma menjadi hidang penutup wajib di bulan Ramadhan.
Untuk lokasi Anda bisa pergi ke Souq Waqif, disana ada wanita lokal yang menjual makanan rumahan itu, atau Anda dapat memesannya di toko karak seperti Karaki di The Pearl atau Chai Halib di Mall of Qatar.
(est)