LANGIT7.ID, Jakarta - Ada rahasia sukses bagi
pebisnis kaki lima. Rahasia sukses ini penting diperhatikan, agar pendapatan mereka tidak lagi dikatakan mendulang recehan.
Apa saja rahasia sukses bisnis kaki lima itu? Simak ulasannya!
Baca Juga: Gedung Juang di Sore Hari, Wisata Museum sambil Jajan Kaki Lima1. SegmentasiPelaku sekaligus mentor bisnis, Dewa Eka Prayoga menjelaskan, seseorang yang melakukan
bisnis kaki lima akan menjajakan barang dagangannya di lapak tertentu. Dalam hal ini penting untuk memperhatikan segmentasi pasar.
"Bicara segmentasi, Anda juga harus tahu, kira-kira mereka kelas menengah ke atas atau menengah ke bawah. Tapi kebanyakan segmentasi kaki lima adalah kelas menengah ke bawah," ujar dia dikanal YouTubenya, Kamis (2/6/2022).
Artinya, kata dia, ketika berbisnis dengan konsep kaki lima dengan target pasar menengah ke bawah, maka jangan sampai lapak dibuat terlalu megah. Dikhawatirkan hal itu justru menjadi blunder.
"Menengah ke bawah itu yang dicari murah. Bahkan, ketika sebuah lapak terlalu megah akan timbul persepsi konsumen barang yang dijual pasti mahal, sehingga mereka tidak jadi beli," jelasnya.
2. LokasiLokasi menentukan prestasi. Artinya lokasi lapak akan menentukan kelarisan jualan.
"Jadi jangan terlalu jauh dari lokasi target konsumen yang diincar, seperti kompleks, pasar, sekolah, atau yang lainnya," katanya.
Pemilihan lokasi ini juga termasuk tempat parkir. Perlu diingat segmen menengah ke bawah biasanya berkendara dengan motor, bukan mobil.
Lapak harus menyesuaikan agar mereka bisa parkir motor dan berbelanja. Jadi, jangan terlalu jauh antara jarak parkir, keramaian, dan lokasi lapak.
"Bisa jadi, ketika orang ingin beli dan tahu tidak ada parkir akan membuat mereka enggan untuk sekadar mampir. Jadi perhatikan sedetail mungkin lokasi lapak ini," ujarnya.
3. PromosiPromosi dalam jualan kaki lima kebanyakan dilakukan secara offline, walaupun beberapa sudah melakukannya secara online. Bila promosi dilakukan offline maka kembali kepada cara lama, yakni menggunakan spanduk, banner, dan promosi gratis dari cerita konsumen kepada konsumen lainnya.
"Jadi jangan mentang-mentang kaki lima, promosi justru diabaikan. Jadikan sesuatu yang bisa berkesan, baik lokasi atau produk Anda. Ini penting agar konsumen bisa mempromosikan dan merekomendasikannya kepada calon konsumen lain," ungkapnya.
4. KonsistenPria yang dijuluki Dewa Selling ini menambahkan, banyak kaki lima yang berbisnis dengan ogah-ogahan. Inilah yang menjadikan bisnis mereka mentok, atau bahkan gulung tikar.
"Sering kan ketemu lapak yang kalau kita mau beli dia tutup, besok tutup lagi, jadi susah ditemui dan akhirnya orang tidak mau ke situ lagi. Padahal konsisten inilah yang menjadi branding kita sebagai kaki lima," ujarnya.
Konsisten juga termasuk hari buka-tutup, jam buka-tutup. Hal itu dilakukan sampai konsumen mengingat dalam benak mereka lapak tersebut.
"Jadi mereka gak tebak-tebakan untuk urusan buka-tutupnya. Supaya orang kenal, melekat, dan ingat," katanya.
5. Produk NgangeninArtinya, ketika berjualan produk makanan maka kualitasnya harus baik, termasuk kebersihan dan rasanya yang enak. Menurutnya, hal ini adalah hukum kepastian yang perlu dilakukan.
"Kalau produknya sudah ngangenin maka orang pasti beli lagi. Bahkan mereka akan menilai untuk lebih memilih makan di kaki lima," ungkapnya.
(bal)