LANGIT7.ID, Yogyakarta - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat inovasi media pengenalan dan pembelajaran kebudayaan Jawa dalam bentuk permainan papan interaktif bernama Lingkar Bregenda. Permainan tersebut diciptakan oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM bidang kewirausahaan.
Terdapat lima mahasiswa UGM yang tergabung dalam tim tersebut. Mereka adalah Wahyu Setyaningsih, Arlen Pramudya Ananta, dan Andreas Ryan Cahyo Kartiko dari Fakultas Teknik, serta RR Natasya Nurputri Adiyana dari Fakultas Hukum dan diketuai oleh Fitriana Aulia Sabila Eka Putri.
Lingkar Bregada mengusung aksara Jawa sebagai bahasa pengantar, namun tetap disertai terjemahan bahasa Jawa latin, bahasa Indonesia, serta bahasa Inggris. Dengan begitu, permainan tersebut bisa dimainkan siapa saja.
Cara memainkan Lingkar Bregada cukup mudah, sebab pada dasarnya mirip dengan cara bermain dari permainan monopoli. Permainan ini dapat dimainkan hingga 4 orang pemain dan setiap pemain akan bermain secara bergiliran.
Para pemain akan dibekali dengan uang permainan 10.000 dan seluruh pemain harus bekerja sama di awal permainan untuk memecahkan misi. Selanjutnya para pemain akan bergerak sesuai jumlah yang tertera di dadu dan melewati kotak-kotak pertanyaan serta penjara. Permainan ini juga dilengkapi dengan kartu pertanyaan yang harus dijawab dan memiliki konsekuensi tertentu.
Lingkar Bregada dibuat dengan material yang ramah lingkungan, sebab memanfaatkan limbah kayu hasil kerajinan dari pengrajin kayu di Desa Krebet, Yogyakarta.
Fitri menjelaskan, permainan tersebut bertujuan meningkatkan minat generasi muda dalam mempelajari dan melestarikan budaya sendiri. Terlebih kadi di tengah berbagai kemajuan teknologi pembelajaran, metode belajar bahasa dan kebudayan Jawa justeru masih terkesan monoton dan kurang menarik di mata pelajar.
Permainan tersebut hanya salah satu upaya menarik minat para pelajar agar antusias mempelajari budaya mereka. Para pemain diharapkan dapat menjadi lebih tertarik mempelajari kebudayan JAwa lewat sejarah dan fakta-fakta dari Yogyakarta.
“Lewat bermain Lingkar Bregada, kami berharap para pemain dapat mengenal lebih jauh tentang sejarah Kraton, berkenalan dengan prajurit Kraton, dan mengenal lebih jauh tentang aksara dan bahasa Jawa itu sendiri,” tutur Fitri, dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (20/8/2021).
Tim Lingkar Bregada menggandeng UKM Batik Sogga dan pengrajin kayu dari Desa Wisata Krebet dalam merancang dan mengembangkan produk tersebut. Maka itu, pembelian Lingkar Bregada turut membantu keberlangsungan UKM di Yogyakarta.
Produk ini sudah dipasarkan secara luas dan dapat dijumpai dengan mudah melalui media sosial instagram @lingkarbregada atau mengunjungi web lingkarbregada.com, atau mengunjungi akun Shoope dan Tokopedia Lingkarbregada.
(jqf)