LANGIT7.ID, Jakarta - Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa teknologi
Video Assistant Referee (VAR) dalam sepak bola tidak cukup akurat. Meski demikian, VAR berguna untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam keputusan wasit.
Teknologi VAR diperkenalkan ke dalam sepak bola pada 2018 yang berfungsi membantu wasit meninjau keputusan terhadap gol, kartu merah, penalti, dan offside. Teknologi ini menggunakan rekaman film dari kamera sisi lapangan.
Dengan demikian, operator VAR dapat melihat aksi dari sudut yang berbeda dan kemudian menawarkan penilaian mereka tentang insiden kepada wasit kepala untuk membuat keputusan akhir. Namun, keakuratan dan penerapan VAR juga dipertanyakan oleh beberapa ahli.
Baca juga: FIFA Dikritik Karena Pembacaan VAR Tidak Segera Dirilis ke Lembaga Penyiaran Para kritikus berpendapat bahwa VAR menghambat aliran permainan. Meski demikian, beberapa penelitian menunjukkan VAR telah mengurangi jumlah pelanggaran, offside dan kartu kuning.
"VAR sangat berguna dalam membantu wasit membuat keputusan yang akurat, tetapi penelitian ini telah menunjukkan bahwa ia memiliki keterbatasan yang pasti," kata peneliti University of Bath Pooya Soltani dikutip Sci-News, Jumat (2/12/2022).
Dalam penelitian tersebut, Dr. Soltani menggunakan sistem penangkapan gerak optik untuk menilai keakuratan sistem VAR. Dia merekam seorang pemain yang menerima bola dari rekan satu tim.
Alatnya memungkinkan penglihatan dari sudut kamera yang berbeda, sambil merekam posisi bola dan pemain secara tiga dimensi. Dengan menggunakan tangkapan gerak 3D, dimungkinkan untuk menentukan parameter temporal dan spasial yang tepat dari bola dan bagian tubuh pemain.
Studi ini menunjukkan bahwa penilaian peserta terhadap momen offside, rata-rata 132 milidetik lebih lambat dari momen tendangan bola yang sebenarnya. Penundaan seperti itu mungkin tidak terlihat banyak tetapi dalam permainan cepat seperti sepak bola, itu bisa cukup cepat untuk menempatkan pemain di lokasi lain, dan oleh karena itu, mengubah hasil offside sepenuhnya.
"Frame-rate dan resolusi kamera yang digunakan dalam VAR terkadang tidak mengimbangi gerakan cepat, yang berarti bahwa terkadang pemain atau bola kabur," kata Dr. Soltani.
"Jadi, penonton harus menggunakan penilaian mereka sendiri untuk mengekstrapolasi di mana para pemain berada pada saat bola ditendang, yang mempengaruhi apakah itu offside atau tidak,” imbuhnya.
Baca juga: Bagaimana Teknologi VAR Mengesahkan Gol Kontroversi Tanaka Studi ini menunjukkan bahwa akurasi VAR dapat ditingkatkan dengan menggunakan kamera frame-rate yang lebih tinggi. Sehingga dapat merekam pergerakan bola dan dapat ditinjau dalam gerakan yang lebih lambat.
Untuk keputusan offside yang tipis, garis panduan yang lebih tebal di
VAR dapat digunakan untuk mewakili zona ketidakpastian. Akurasinya juga dapat ditingkatkan dengan melihat gameplay dari berbagai sudut.
"Ini menunjukkan bahwa sementara VAR berguna untuk menemukan kesalahan yang jelas, itu tidak boleh diandalkan sepenuhnya untuk membuat keputusan wasit... Apakah benar atau salah, saya pikir keputusan akhir wasit menambah rasa pada permainan,” tulisnya.
Penelitian terkait VAR bisa dilihat dalam
TAUTAN INI.(sof)