LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Saptoni menyampaian terdapat nilai-nilai dasar dalam pengelolaan alam yang harus ditanamkan dalam hati dan pikiran seorang muslim.
Pertama, tauhid yaitu menjalin hubungan erat antara Allah, manusia, serta alam.
"Makhluk adalah cerminan eksistensi Khalik, alam digelar sebagai ayat, tamsil, sumber pelajaran. Dengan
nilai ini, menjaga alam adalah bagian dari kewajiban agama," kata Saptoni dilansir dari laman resmi Muhammadiyah Rabu (7/12/2022).
Baca juga: Tak Hanya Cepat, Pengembangan Eksosistem Halal Butuh Ketepatan Kedua, keadilan. Menurut Saptoni alam bukan semata properti pribadi melainkan ada hak publik yang melekat, sehingga pemanfaatan SDA harus mengacu pada kepentingan umum.
"Kemaslahatan umum diutamakan, tanpa mengabaikan hak individual. Semua orang punya hak dan kewajiban yang seimbang, setiap hak yang diambil menuntut kewajiban yang harus ditunaikan," tegasnya.
Dosen
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ini juga menyampaikan, agar umat muslim untuk mengambil hak pribadi, tanpa melanggar hak orang lain. Sebab, kata Saptoni semua yang dilakukan pada alam juga terkait langsung dengan orang lain.
"Ketiga, kesyukuran. Alam adalah karunia, menggunakan secara proporsional, menjadikan sebagai nikmat, mencegah menjadi bencana, menjaga dan mengembangkan adalah kewajiban," terangnya.
Keempat yaitu keseimbangan dengan tidak boros dan pelit, efisiensi dan manajeman risiko yang baik. "Kelima, kepedulian. Peduli terhadap sesama, kelestarian alam, dan ekosistem," ungkapnya.
Baca juga: Wapres Dorong Pengembangan Ekonomi Pesantren untuk Berdayakan Masyarakat Menurutnya, dalam pengelolaan sumber daya publik haruslah melibatkan semua komponen masyarakat yang bersifat terbuka demi kebaikan bersama.
"Contoh manajemen air. Air milik publik, pemanfaatannya juga harus melibatkan publik. Pengadaan dan pengelolaan air bersih, air untuk pertanian,” jelas Saptoni.
(sof)