LANGIT7.ID, Wajo - Wakil Presiden RI,
KH Ma’ruf Amin, meminta pemerintah daerah menggerakkan
pesantren-pesantren di tiap daerahnya untuk memberdayakan masyarakat. Posisi dan pengaruh strategis pondok pesantren memiliki peran penting dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.
Ma’ruf mengatakan, pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat sudah tersebar ke seluruh Indonesia. Maka, pemda bertugas meningkatkan fungsi pesantren, agar bisa membantu pemerintah memeratakan ekonomi.
“Harus ada sharing teknologi. Saya minta Pak Gubernur di Sulawesi Selatan (Andi S Sulaiman), seluruh pesantren ini digerakkan supaya menjadi (pusat) pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Ma’ruf dalam Pembukaan Muktamar ke-XV Pondok Pesantren As’adiyah tahun 2022 di Lapangan Merdeka Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, melansir kanal Setwapres, Senin (5/12/2022).
Baca Juga: Pesantren Fajrul Amanah Bogor Luncurkan Wakaf Produktif Bagi Penghafal Qur’an
Pemberdayaan ekonomi dari pesantren dapat dilakukan dengan program
One Pesantren One Product atau satu pesantren satu produk. Saat ini, kata Ma’ruf, banyak pesantren yang mengembangkan produk-produk UMKM yang bisa memberdayakan santri-santri dan masyarakat sekitar.
Maka itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mendorong pesantren mengajarkan para santri memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Itu karena agama tidak hanya memerintahkan penguasaan ilmu agama saja, tetapi juga memakmurkan bumi dengan pengetahuan dan teknologi.
“Pesantren menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dalam rangka kemandirian umat supaya tidak menjadi beban, tapi memberikan kontribusi supaya umat ini menjalankan perintah Allah,” ujar Ma’ruf.
Baca Juga: Banyak Santri Sukses, Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Syariah
Dia menjelaskan, pemberdayaan masyarakat termasuk ke dalam tujuan syariat Islam. sebab, pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari menjaga negara. Jika masyarakat berdaya, maka negara juga akan makmur.
Atas dasar itu, Ma’ruf mengapresiasi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Sulawesi-Selatan yang mengakselerasikan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekosistem ekonomi serta keuangan syariah di daerahnya.
“Saya senang bahwa kita di Indonesia, ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu upaya kita di dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia, dan kita sudah bertekad Indonesia harus menjadi pusat produsen halal terbesar di dunia tahun 2024,” ujar Ma’ruf.
Baca Juga: Wapres Ingin Ilmu Ekonomi Syariah Masuk Kurikulum Pesantren(jqf)