LANGIT7.ID - , Jakarta - Penetuan
mahar dalam pernikahan terbilang susah-susah gampang, sebab berkaitan dengan keluarga. Mungkin Anda ingin mahar kecil tetapi keluarga menginginkan besar. Perbedaan pendapat ini kerap menimbulkan masalah jika tidak diatasi dengan baik.
Lantas, bagaimana mengatasinya? Dan bagaimana menjelaskan pada
keluarga bahwa mahar tidak harus mahal?
Ketua Yayasan Anak Teladan, Ustaz Abu Salma Muhammad mengatakan cara memberitahukan kepada keluarga bahwa mahar tidak harus mahal yaitu dengan membicarakannya.
Baca juga: Mahar Tidak Harus Mahal, Asal Bernilai dan Bermanfaat"Jadi kita harus berani untuk
speak up atau bicara. Hal ini bukan berarti kita berbicara dengan lancang atau tidak sopan apalagi kasar. Bukan. Kita berani untuk mengungkapkan keinginan-keinginan kita," ucap Ustaz Abu saat menjawab pertanyaan Langit7 dalam kajian bertajuk Mahar, Benarkah Harus Mahal, Jumat (9/12/2022).
Menurut dia, calon mempelai harus menjelaskan kepada orang tua maupun keluarga besar bahwa yang mau menikah itu Anda. Dia menyarankan untuk jangan lupa mengucapkan terima kasih bahwa mereka telah memberikan saran mahar yang mahal sebab mereka ingin memberikan kebaikan-kebaikan kepada Anda.
"Bilang ke mereka kalau itu kebaikan insya Allah kita terima, tetapi kalau itu sesuatu hal yang kita ketahui menyulitkan calon suami dan lainnya seperti mahar yang mahal, maka sampaikan kepada orang tua bahwa kita tidak ingin menyulitkan mereka," katanya.
Beritahu keluarga yang terpenting itu bukan di awal pernikahan, melainkan setelah pernikahan. Karenanya, jika membuat permintaan yang memberatkan calon suami dan keluarganya, dikhawatirkan adalah langkah berikutnya di dalam pernikahan akan berat dan sulit.
Baca juga: Gelar Resepsi Nikah Tutup Jalan Umum Bisa Kena DendaLebih lanjut, pembina Komunitas Orang Tua Teladan itu berkata sesungguhnya yang menjadi masalah tidak hanya soal mahar, namun juga pada resepsi pernikahan atau walimah.
"Itu juga berat, apalagi ketika kita menghadapi keluarga yang masih belum paham. Terkadang ada keluarga yang minta resepsi di hotel bintang 5, akhirnya sampai calonnya ngutang," kata Ustaz Abu.
Dia pun mengaku banyak menemui kejadian seperti itu, lalu setelah resepsi yang dilakukan pengantin adalah menutupi utang biaya pernikahan.
"Padahal seharusnya ketika sudah menikah itu sudah masa-masa kita menata rumah tangga. Seandainya pun ada hutang, itu utang untuk misal beli rumah, kendaraan. Itu masih masuk akal. Tetapi kalau kita utang untuk bayar resepsi atau catering dan lainnya itu namanya suatu hal yang sifatnya berlebih-lebihan dan menyusahkan diri," tuturnya.
Baca juga: 5 Ide Dekorasi Akad Nikah Favorit di Masa PandemiKarenanya, kembali Ustaz Abu mengingatkan untuk tegas bicara kepada orang tua maupun keluarga besar. Namun, tetap dengan cara yang beradab dan baik.
"Intinya harus disampaikan dengan cara baik, dan jangan lupa yang tidak kalah penting banyak berdoa kepada Allah SWT. Minta agar dimudahkan urusan-urusan kita nantinya dan diberikan keberkahan,"cetus Ustaz Abu.
(est)