LANGIT7.ID, Doha - Total pendapatan dalam
Piala Dunia 2022 diperkirakan mencapai USD 4.666 Juta atau sekitar 72,8 Triliun Rupiah. Jumlah tersebut terdiri dari lima kategori pendapatan utama.
The Business Standard mencatat, penjualan hak siar televisi memberikan kontribusi terbesar dengan 56% dari total pendapatan dan berjumlah USD 2.640 juta. Lalu pendapatan sponsor (hak pemasaran) berada di urutan kedua dengan USD 1.353 juta dan memberikan kontribusi 29%. Kemudian penjualan tiket, hak lisensi, serta pendapatan dan penghasilan lain berjumlah USD 673 juta.
Sementara total investasi yang diperkirakan masuk di Piala Dunia 2022 di Qatar adalah USD 1.696 juta atau sekitar Rp26,5 Triliun. Lebih sedikit dibanding investasi pada Piala Dunia 2018 di Rusia sebesar USD 1.824 juta.
Baca Juga: Hukum Nonton Piala Dunia 2022 Mubah dan Halal, Ini 5 Alasannya
Setiap tim yang berlaga dalam kompetisi akbar sepakbola itu juga akan mengantongi jutaan dolar. FIFA sudah menyiapkan USD440 juta untuk para kontestan Piala Dunia. Peraih trofi Piala Dunia berhak membawa pulang USD 42 juta, runner-up USD 30 juta, juara ke-3 USD 27 juta, dan juara ke-4 USD 25 juta.
Kemudian, peringkat ke-5 sampai ke-8 akan mendapatkan USD 17 juta, peringkat 9–16 mendapatkan USD 13 juta, peringkat 17–32 mendapatkan USD 9 juta.
Selain hadiah uang USD 440 juta, ada juga USD 48 juta yakni USD 1,5 juta tiap negara yang berpartisipasi dalam bentuk uang persiapan. Jadi, setiap negara yang berpartisipasi setidaknya akan mendapatkan USD 10,5 juta.
Apa Dampak Ekonomi Piala Dunia untuk Qatar?
Analis Keuangan di seluruh Dunia memperkirakan bahwa PDB Qatar akan meningkat sebesar 4,1% pada akhir 2022. PDB negara tersebut akan tumbuh rata-rata 3,2% setiap tahun antara tahun 2022 dan 2030. Turnamen ini akan memberikan kontribusi sekitar USD20 Miliar untuk perekonomian negara tersebut.
Qatar menjadikan Piala Dunia 2022 sebagai gelaran turnamen empat tahunan yang paling mahal dalam sejarah. Piala Dunia 2022 juga berhasil menciptakan lebih dari 1,5 lapangan pekerjaan di sektor-sektor utama seperti konstruksi, real estate, dan perhotelan. Total biaya yang dihabiskan Qatar diperkirakan mencapai USD 220 miliar atau sekitar 3.444 Triliun Rupiah.
(jqf)