LANGIT7.ID - , Jakarta - Musim libur Natal dan Tahun Baru (
Nataru) yang berbarengan dengan waktu libur sekolah berpotensi menyebabkan kepadatan dan melambungnya
harga tiket moda transportasi, seperti jasa penerbangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun mengimbau masyarakat yang akan bepergian di momen ini untuk teliti dalam memilih waktu keberangkatan.
Baca juga: BBM Naik, Tarif Bus AKAP Ikut Melonjak hingga Rp30.000"Nataru itu termasuk periode
high season karena ada Natal, Tahun Baru dan libur sekolah. Tentunya
libur panjang ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bepergian. Untuk itu kami menghimbau, agar masyarakat merencanakan penerbangan dan membeli tiket pesawat jauh-jauh hari," ujar Pelaksana Harian Direktur Jenderal Perhubungan Udara, F. Budi Prayitno, dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (16/12/2022).
Dengan tingginya permintaan, Budi pun menyarankan agar masyarakat memilih di luar jam sibuk, seperti pada malam ataupun dini hari, sehingga harga tiket pun bisa lebih bersahabat.
Ditjen Hubud terus melakukan pengawasan secara intensif kepada maskapai, untuk memastikan tarif pesawat yang diterapkan pada periode Nataru 2022/2023 sesuai dengan ketentuan, yaitu tidak melebihi Tarif Batas Atas (TBA) yang diatur dalam KM 106 tahun 2019.
"Mengingat kebutuhan masyarakat yang menggunakan transportasi udara periode Nataru 2022/2023 cenderung meningkat, Kami terus melakukan pengawasan secara intensif dan memastikan tarif tiket yang dijual tidak melebihi TBA. Sampai saat ini belum ditemukan harga tiket yang dijual melebihi TBA," ujarnya.
Baca juga: Kemenhub Berharap Harga Tiket Pesawat Kembali NormalBudi mengatakan, selalu regulator, Ditjen Hubud akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan stakeholders terkait untuk memantau ketaatan maskapai penerbangan terhadap tarif batas atas yang telah ditetapkan.
"Kita terus melakukan pengawasan secara konsisten terhadap maskapai, dan apabila ada yang melanggar akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
Budi mengatakan tingginya permintaan yang diprediksi meningkat sebesar 53,18 persen dari lalu akan terus berlangsung hingga awal 2023. Terkait hal itu, pihaknya memastikan telah berkoordinasi dengan maskapai agar dapat meningkatkan kapasitas armadanya.
Sehingga permintaan yang tinggi tersebut juga dapat diimbangi dengan kapasitas kursi yang memadai.
"Kita semua berharap penyelenggaraan Nataru tahun ini dapat berjalan lancar, dan penerbangan selamat, aman, nyaman serta sehat menyertai mobilitas pengguna jasa transportasi udara ke daerah masing-masing," tutup Budi.
Baca juga: 3 Cara Islami Rayakan Libur Nataru Bersama Keluarga di Rumah(est)