Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Penjelasan Psikolog Kenapa Runner Up Terlihat Lebih Sedih daripada Peraih Peringkat 3

fajar adhitya Selasa, 20 Desember 2022 - 22:03 WIB
Penjelasan Psikolog Kenapa Runner Up Terlihat Lebih Sedih daripada Peraih Peringkat 3
Kylian Mbappe terlihat sedih usai meraih Golden Boat di ajang Piala Dunia 2022 (foto: instagram/ k.mbappe)
LANGIT7.ID, Jakarta - Kylian Mbappe pulang ke Prancis dengan murung meski memperoleh Golden Boat dan mencatat hattrick di final Piala Dunia 2022.

Rekan Lionel Messi di Paris Saint-Germain itu terkulai lemas di bangku pemain usai kekalahan di final. Wajahnya yang layu, kaki terkulai sambil bersandar di bench dipotret juru keker dan kesedihannya tersebar di berbagai media massa dan sosial.

"Kylian Mbappe sangat sedih, seperti semua pemain. Tetapi, tidak ada yang bisa marah padanya karena dia mengambil tanggung jawab untuk mengambil penalti kelima," kata Deschamps kepada TF1, yang dilansir situs resmi UEFA.

Baca juga: Unggahan Messi Pegang Trofi Piala Dunia di Instagram Pecahkan Rekor Telur Ajaib

Kesedihan juga merayap di wajah Mbappe saat menerima Piala Golden Boot. “Kami akan kembali,” tulisnya di Instagram dengan foto dirinya yang berjalan menunduk di samping trofi Piala Dunia yang berkilau. Padahal, Prancis memperoleh peringkat 2 di ajang Piala Dunia.

Fenomena ini terlihat kontras saat Kroasia berhasil mengalahkan Maroko dalam perebutan posisi ketiga. Luka Modric misalnya, terlihat sumringah bersama keluarganya di lapangan.

Psikolog Victoria Medvec dan Thomas Gilovich dari Cornell University pernah meneliti hal ini pada 1995. Fenomena ini disebut pemikiran kontrafakta.

Pemikiran kontrafakta atau Counterfactual thinking adalah konsep psikologi yang melibatkan kecenderungan manusia memikirkan alternatif yang mungkin bagi kejadian kehidupan yang telah terjadi. Sederhananya, manusia cenderung membandingkan-bandingkan pencapaian.

Pemikiran kontrafaktual selalu dikaitkan dengan emosi-emosi manusia yang kompleks, seperti rasa bersalah, penyesalan atau menyalahkan. Bagi peraih runner up, mereka merasa gagal karena tidak bisa menjadi juara.

Baca juga: Sejarah Trofi Piala Dunia yang Terbuat dari Emas Padat

Adapun bagi juara ketiga, mereka merasa menang karena berhasil lolos dari kegagalan tak mendapat penghargaan apapun di juara keempat. Inilah barangkali penjelasan mengapa Mbappe terlihat begitu murung dan Modric sangat bergembira.

Dilansir Scientific American, pemikiran kontrafaktual yang paling jelas bagi peraih medali perak karena mereka fokus untuk memenangkan emas. Dia akan fokus pada perbedaan antara datang di tempat pertama, dan hasil lainnya.

Namun, peraih medali perunggu mungkin memfokuskan pikiran kontrafaktual mereka ke bawah, menuju tempat keempat. Dia akan fokus pada hampir tidak memenangkan medali sama sekali atau pulang meraih juara.

Untuk menyelidiki pertanyaan ini secara ilmiah, para peneliti mengambil rekaman video Olimpiade musim panas 1992 di Barcelona, Spanyol. Secara khusus, mereka merekam upacara medali dan menunjukkannya kepada mahasiswa sarjana, serta rekaman dari kompetisi atletik segera setelah pengumuman pemenang.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)