LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI)
Zainudin Amali menyampaikan, komitmen Presiden FIFA dalam mendukung Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Hal itu disampaikan Menpora usai melakukan kunjungan kerja ke Doha, Qatar beberapa waktu lalu.
"Saya bertemu dengan Presiden FIFA disela-sela sebelum final Piala Dunia 2022 di Qatar. Presiden FIFA Giovanni Infantino menyampaikan komitmennya terhadap Indonesia untuk menjadi tuan rumah FIFA World Cup U-20 tahun depan," kata Menpora Amali usai meninjau SUGBK bersama Kapolri, dikutip Rabu (21/12).
Menurut Menpora, ada beberapa hal yang dia sampaikan kepada Presiden FIFA. Dalam hal ini, Menpora menyebut FIFA sangat mendukung dan berharap persiapan Indonesia dalam pelaksanaan
Piala Dunia U-20 dapat dipersiapkan sebaik mungkin jauh-jauh hari.
Baca Juga: Ribuan Relawan Bakal Berpartisipasi di Piala Dunia U-20 Indonesia"Intinya FIFA men-
support Indonesia menjadi tuan rumah. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan kesiapan kita. Jakarta menjadi salah satu tempat yang digunakan," ujar Menpora.
Senada dengan hal tersebut, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, ada beberapa hal yang harus ditambahkan di
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Sehingga standar FIFA diharapkan betul-betul bisa lebih maksimal.
"Ini juga untuk menyongsong persiapan kompetisi yang lebih baik saat kita menjadi tuan rumah U-20, sehingga memang harus siap. Kita akan laksanakan uji coba terkait Peraturan Kepolisian yang baru tentang bagaimana penyelenggaraan sistem pengamanan sepak bola," ucap Kapolri.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Indonesia Diminta Contoh Qatar Syiarkan IslamSalah satu pengamanan yang akan dilakukan yakni terkait pengaturan
steward di dalam stadion. Kapolri Listyo memastikan anggota kepolisian hanya berada diluar stadion. Polisi bisa masuk ke stadion apabila petugas keamanan penyelenggara meminta untuk masuk.
"Sehingga kedepan kita harapkan akan lebih baik mulai dari kondisi hijau, kondisi kuning dan kondisi merah. Ke depan kepolisian tidak akan lagi menggunakan gas air mata, tidak boleh membawa senjata api. Hal ini agar persepakbolaan kita menjadi lebih baik dan membawa harus nama bangsa dikancah nasional dan internasional," tutur Kapolri.
Baca Juga:
FIFA Larang Penggunaan SUGBK untuk Gelar Konser
Bertemu FIFA, Jokowi Pastikan Piala Dunia U-20 Tetap Dihelat di Indonesia(gar)