LANGIT7.ID - , Jakarta - Mantan petinju Inggris Tony Bellow memuji kebijakan
tanpa alkohol selama
Piala Dunia 2022. Larangan tersebut dianggap berhasil karena tak ada satu pun laporan kasus kekerasan selama pesta sepak bola empat tahunan tersebut berlangsung.
Hal tersebut disampaikan pemegang gelar kelas WBC melalui akun Twitternya, @TonyBellew, Senin (19/12/2022).
“Harus mengatakan ini! Qatar telah menunjukkan apa yang tidak bisa dilakukan oleh alkohol di pertandingan Piala Dunia! Saya belum pernah mendengar atau melihat sedikit pun
kekerasan dan itu yang pertama dalam hidup saya!” Bellow, yang memegang gelar kelas penjelajah WBC dari 2016 hingga 2017, cuitnya di Twitter.
Baca juga: Para Man of The Match Piala Dunia Tolak Berfoto dengan Sponsor Alkohol“Saya tidak yakin bagaimana ini akan berhasil, jadi diam saja sebelumnya, tetapi permainan yang adil bagi mereka, mereka telah menampilkan tontonan yang luar biasa????.”
Piala Dunia pertama yang digelar di negara Muslim berakhir pada Ahad, 18 Desember yang menghasilkan Argentina sebagai juara.
Melansir BBC, Rabu (21/12/2022), pujian yang sama juga dilontarkan Kepala Kepolisian Sepak Bola Inggris, Mark Roberts. Dia memuji para fans Inggris di Qatar atas perilaku sopan mereka selama Piala Dunia berlangsung.
Menurut Roberts, tidak ada insiden atau penangkapan warga negara Inggris selama Piala Dunia. Petugas polisi Inggris dikerahkan ke Qatar sebagai "penerjemah budaya" antara penggemar dan penegak hukum setempat.
Baca juga: Berkat Larangan Alkohol di Qatar, Fans Wanita Aman dari GangguanSementara, ada 531 insiden yang terjadi di Inggris, selama turnamen Piala Dunia berlangsung. Dari jumlah tersebut sebanyak 150 kasus terjadi saat Prancis mengalahkan timnas Inggris di perempat final.
Secara total, 115 penangkapan telah dilakukan sejak dimulainya turnamen, sebagian besar terkait dengan insiden di tempat berlisensi.
Hal yang sama terjadi di Piala Dunia Rusia tahun 2018, di mana terdapat 225 insiden penangkapan di Inggris.
Roberts mengatakan kebijakan tanpa alkohol di Qatar membantu perilaku penggemar "sampai taraf tertentu".
"Perilaku Inggris dan Wales di Qatar benar-benar patut dicontoh," katanya.
"Di Rusia 2014 ada tiga penangkapan tetapi, memiliki dua tim di turnamen ini, kami memainkan dua kali pertandingan penyisihan grup, termasuk derby tuan rumah, yang menggarisbawahi sifat baik dari para penggemar kami."
Baca juga: Timnas Inggris Rayakan Tiket 16 Besar Tanpa Minum Alkohol(est)