LANGIT7.ID, Doha - Para fans wanita di
Piala Dunia 2022 Qatar merasakan dampak positif atas larangan penjualan
minuman beralkohol di stadion. Ketiadaan alkohol dapat mengurangi suasana permusuhan yang terjadi pada tiap pertandingan dan membuat mereka merasa lebih nyaman.
Ellie Malloson, seorang suporter wanita asal Inggris, yang menjalankan kampanye
HerGameToo awalnya khawatir ke Qatar. Namun, dia merasa terkejut saat tiba di Qatar. Suasana di sana tidak seperti yang dia pikirkan.
“Saya harus mengatakan bahwa ketika datang ke sini (Qatar) kondisinya benar-benar mengejutkan saya. Tidak ada
catcalling, siulan menggoda, atau hal seksisme dalam bentuk apa pun,” kata gadis 19 tahun itu, melansir
The Times, Senin (5/12/2022).
Baca Juga: Timnas Inggris Rayakan Tiket 16 Besar Tanpa Minum Alkohol
Dampak positif tersebut membuat wanita merasa aman dan senang mengunjungi negara ini. Mereka menganggap stadion di sini lebih ramah terhadap wanita dibanding yang mereka perkirakan. Apalagi Piala Dunia kali ini dikelola secara lebih berhati-hati.
Bahkan, Ellie mengatakan, Sekarang, banyak penggemar wanita Inggris lain percaya Piala Dunia Qatar harus dijadikan role model untuk pertandingan dan budaya sepak bola Inggris.
“Saya sebelumnya memiliki semua prasangka buruk tentang apa yang akan saya temui di sini. Kenyataannya tidak seperti itu. Saya tidak mengalami pelecehan seperti yang saya alami di Inggris. Saya tidak tahu bagaimana mereka (Qatar) bisa membuat kondisi seperti ini, tetapi ini adalah lingkungan yang luar biasa untuk dirasakan,” ujar Ellie.
Bahkan, kata dia, ayah Ellie juga sempat khawatir saat diminta untuk ikut. Dia merasa takut memikirkan Ellie yang berada di kerumunan orang. Namun, ketakutan itu ternyata tidak terjadi.
Baca Juga: Kumandang Adzan Bikin Suporter Piala Dunia Belajar Islam
"Saya keluar terutama untuk menjaga Ellie dan terus terang (di sini) saya tidak perlu repot,” ujarnya.
Ellie bukan satu-satunya. Penonton wanita lain yakni Jo Glover yang telah menghadiri putaran final Piala Dunia sejak Afrika Selatan 2010, juga ikut terkesan. Dia merasakan atmosfer persaudaraan, tidak ada kesukuan atau kubu-kubuan antar fans tim. Tiap fans memakai atribut mereka dan saling berbaur.
“Atmosfer di sini terasa tidak ada kesukuan. Tiap orang memakai warna (tim) mereka dan saling berbaur,” katanya.
Seorang polisi wanita senior Inggris berpendapat, tidak adanya hooliganisme di Qatar adalah bukti pemerintah Inggris tidak boleh mengendurkan larangan alkohol di stadion sepak bola. Suasana di Qatar, menurut Kepala Polisi Mark Roberts, yang mengawasi kepolisian sepak bola di Inggris, digambarkan sebagai bersemangat tetapi bersahabat.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Indonesia Diminta Contoh Qatar Syiarkan Islam
"Seperti saat final turnamen sepak bola putri Piala Eropa 2022. Inggris harus menghilangkan ide untuk memperkenalkan kembali alkohol di tribun jika melihat pengalaman penonton di Qatar. Ketiadaan alkohol tidak mengurangi kemeriahan yang menyenangkan atau suasana santai, yang merupakan hal baik,” kata Roberts.
(jqf)