LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (
Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno akan memberikan anggaran tambahan sebanyak Rp15 triliun untuk pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang ada di Indonesia.
Menurut
Sandiaga, kelima destinasi tersebut adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Candi Borobudur di Jawa Tengah, Madalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.
"Tadi tambahan anggaran yang diperlukan adalah Rp15 triliun. Kami berharap ini bisa dalam dua tahun untuk merampungkan seluruh kegiatan yang dilakukan di lima destinasi pariwisata super prioritas," ujar Sandiaga dalam keterangannya dikutip Kamis (22/12/2022).
Baca juga: Kemenparekraf Maksimalkan Kunjungan Wisatawan di Momen Libur Nataru Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun sejumlah program pengembangan destinasi dan infrastruktur seperti atraksi, akses dan amenitas.
"Kemudian desa wisata, infrastruktur ekonomi kreatif, dan pengelolaan sampah. Untuk itu pemerintah menargetkan 1,2 miliar hingga 1,4 miliar kunjungan wisatawan nusantara di destinasi-destinasi super prioritas tersebut," sambungnya.
"Kami meningkatkannya dengan banyak event. Misalnnya di Toba pada Februari akan ada F1H20 (F1 boat race) yang diharapkan menjadi pemicu dan pemacu dari wisatawan," ujarnya.
Sandiaga mengatakan bahwa tidak hanya menargetkan jumlah kunjungan wisatawan, pemerintah juga menargetkan 4,4 juta orang akan mendapatkan pekerjaan yang berkaitan dengan pariwisata ekonomi kreatif.
"Tadi juga sudah disampaikan juga beberapa inovasi. Kita berharap nanti jumlah pekerjaan yang diciptakan oleh pariwisata ekonomi kreatif 4,4 juta dengan beberapa koordinasi lintas kementerian," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) tersebut, harus selesai pada kuartal III di tahun 2024 sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
"Jadi dari sekarang evaluasi semua. Saya pikir dengan keuangan (anggaran) tadi seharusnya sudah tidak ada masalah," ungkap Luhut.
Menurutnya, saat ini pemerintah sedang meningkatkan jumlah pariwisata di dalam negeri. Sehingga dia berharap, agar masyarakat tak perlu lagi bertumpu terhadap pariwisata luar negeri.
"Jangan bertumpu pada pariwisata luar negeri karena (masyarakat) kelas menengah kita naik sekarang. Jadi kalau kita bisa mengembalikan segera wisata dalam negeri lebih banyak daripada waktu sebelum Covid-19. Saya kira itu pencapaian yang besar," ujarnya.
Baca juga: Viral Unggahan Desa Wisata Sade sebagai Scamming Village, Sandiaga Beri PenjelasanSelanjutnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa menilai bahwa pemulihan ekonomi dan pariwisata membaik hingga triwulan III dan triwulan IV pada tahun 2022.
“Proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen pada tahun 2022. Hal ini didorong oleh perbaikan kesehatan nasional, hari libur nasional terutama yang jatuh di long-weekend, dan penyelenggaraan rangkaian event G20,” tegasnya.
(sof)