Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Kenali dan Waspadai Badai Sitokin pada Pasien Covid-19

Muhajirin Senin, 23 Agustus 2021 - 09:29 WIB
Kenali dan Waspadai Badai Sitokin pada Pasien Covid-19
Dokter dibantuk tenaga kesehatan melakukan penanganan pada pasien Covid-19 di ruang ICU Foto: Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID - Salah satu komplikasi yang bisa dialami oleh penderita Covid-19 adalah badai sitokin. Situasi ini perlu diwaspadai dan perlu segera ditangani secara intensif.

Bila dibiarkan tanpa penanganan bisa fatal akibatnya. Badai sitokin dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga kematian.

Sitokin adalah salah satu protein yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi normal, sitokin membantu sistem imun berkoordinasi dengan baik melawan bakteri atau virus penyebab infeksi.

Masalahnya ada kondisi ia diproduksi secara berlebihan. Bila itu terjadi sitokin dapat menyebabkan kerusakan di dalam tubuh. Inilah yang disebut sebagai badai sitokin.

Seputar Badai Sitokin

Badai sitokin (cytokine storm) terjadi ketika tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke dalam darah dalam jangka waktu sangat cepat. Kondisi ini membuat sel imun justru menyerang jaringan dan sel tubuh yang sehat, sehingga menyebabkan peradangan. Kondisi ini diketahui dengan pemeriksaan D-dimer dan CRP pada penderita Covid-19

Tak jarang peradangan tersebut membuat organ-organ di dalam tubuh menjadi rusak atau gagal berfungsi. Inilah yang membuat badai sitokin perlu diwaspadai, karena bisa menyebabkan kematian.

Pada penderita Covid-19, badai sitokin menyerang jaringan paru-paru dan pembuluh darah. Alveoli atau kantung udara kecil di paru-paru akan dipenuhi oleh cairan, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pertukaran oksigen. Itulah penyebab mengapa penderita COVID-19 kerap mengalami sesak napas.

Gejala Badai Sitokin pada Penderita Covid-19

Sebagian besar penderita Covid-19 yang mengalami badai sitokin mengalami demam dan sesak napas hingga membutuhkan alat batu napas atau ventilator. Kondisi ini biasanya terjadi sekitar 6–7 hari setelah gejala Covid-19muncul.

Selain demam dan sesak napas, badai sitokin juga menyebabkan berbagai gejala, seperti:

Kedinginan atau menggigil
Kelelahan
Pembengkakan di tungkai
Mual dan muntah
Nyeri otot dan persendian
Sakit kepala
Ruam kulit
Batuk
Napas cepat
Kejang
Sulit mengendalikan gerakan
Kebingungan dan halusinasi
Tekanan darah sangat rendah
Penggumpalan darah

Penanganan Badai Sitokin

Penderita Covid-19 yang mengalami badai sitokin memerlukan perawatan di unit perawatan intensif (ICU).

Pada penderita Covid-19, badai sitokin dapat menyebabkan kerusakan organ yang bisa mengancam nyawa. Agar terhindar dari kondisi serius ini, disarankan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan kapan saja dan di mana saja. (Sumber: Frontiersin.org/Alodokter)

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)