LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua MPR RI,
Bambang Soesatyo mengingatkan kepada partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 untuk tidak menggunakan isu agama. Dia menilai politik identitas membentuk polarisasi di tengah masyarakat dan berdampak jangka panjang.
Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menyatakan, semua
partai politik boleh saling bersaing untuk mendapat dukungan masyarakat. Namun, tidak dengan membawa isu agama, suku, ras yang mencederai demokrasi Indonesia.
Baca Juga: Bawaslu Ingatkan ASN Hindari Pelanggaran Netralitas di Media Sosial"Sudah bukan masanya lagi membawa-bawa isu agama, suku ataupun ras hanya untuk meraih suara terbanyak, tetapi menimbulkan dampak besar berupa perpecahan dikalangan masyarakat. Kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa harus menjadi prioritas utama," kata Bamsoet di Jakarta, Rabu (28/12/2022).
Menurut Bamsoet, tahun 2023 merupakan awal masuk tahun politik menyambut gelaran Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024. Berkaca pada pemilu sebelumnya, kontestasi politik selalu berpotensi memicu eskalasi ketegangan politik dan rentan menyulut konflik horisontal.
Politikus Partai Golkar itu menuturkan bahwa pemerintah melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menjalankan tahapan-tahapan pemilu dengan menetapkan 17 parpol peserta
Pemilu 2024. Dalam hal ini, Bamsoet mengingatkan kepada semua kontestan pemilu hendaknya mengedepankan kesantunan dalam berpolitik.
Baca Juga: Kemendagri Sosialisasikan Indeks Kerawanan Pemilu 2024"Buang jauh-jauh dikotomi politik yang menyebabkan perpecahan pada kutub-kutub yang berseberangan. Semua elemen masyarakat harus menjadikan Pemilu sebagai bagian penting dari proses pendewasaan politik dan proses pematangan demokrasi," ujar Bamsoet.
Selain itu, Bamsoet berharap setiap elemen bangsa membangun situasi dan mendorong koalisi partai politik secara aman dan damai di Pemilu 2024. Seluruh parpol dan masyarakat harus menjadikan Pemilu dan Pilkada serentak sebagai sebuah pesta demokrasi yang suka ria dan tidak memecah belah persatuan.
"Di akhir tahun 2022 ini perbincangan tentang suksesi kepemimpinan nasional menjadi topik di mana-mana. Harapan saya kepada seluruh elemen bangsa untuk membangun situasi dan mendorong koalisi partai politik secara aman dan damai," tuturnya.
Baca Juga:
Fahri Hamzah Dorong KPU Adu Gagasan 17 Parpol Peserta Pemilu 2024
PKS Ingatkan Jokowi Tak Bicara Soal Pilpres, Singgung Masa Jabatan(gar)