LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 3 cara bagi Allah SWT untuk menjawab
doa-doa hamba-Nya. Karena itulah seorang muslim tak perlu khawatir, karena doa yang baik pasti dikabulkan.
Apalagi Allah telah berjanji untuk mengabulkan setiap doa-doa hamba-Nya. Asalkan doa itu dipanjatkan untuk hal baik dan kemaslahatan.
Allah berfirman, "Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS. Al-Mukmin:60).
Setidaknya ada 3 cara Allah untuk mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan hamba-Nya. Apa saja itu? Berikut penjelasan
Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam penggalan kajian online, dikutip Ahad (1/1/2023):
Baca Juga: Waktu Mustajab untuk Berdoa Ketika Hujan Turun1. LangsungAllah menjawab doa hamba-Nya secara langsung. Artinya, Dia memberikan hal yang dimintakan oleh hamba-Nya.
Semisal, ibu yang berdoa untuk anaknya agar diterima di perguruan tinggi favorit. Dengan melewati ujian masuk perguruan tinggi dan lulus, maka anak itu bisa mendapatkan yang diharapkan orang tuanya.
2. DitundaAllah memberikan sesuatu yang dipanjatkan oleh hamba-Nya, tapi setelah beberapa waktu kemudian. Alasannya, karena Allah ingin seorang hamba memiliki kesiapan matang ketika diberikan anugerah.
"Sama seperti remaja yang minta dibelikan motor. Orang tua akan menunda permintaannya, tapi setelah beberapa waktu ketika anak itu mencapai cukup umur, barulah dia diberikan motor yang dimintanya," jelasnya.
Allah pun demikian, Dia menunda pemberiannya setelah beberapa waktu. Bahkan mungkin, anugerah yang didapatkan tahun ini karena doa yang telah dipanjatkan pada tahun lalu.
Begitu juga Nabi Muhammad SAW yang berdoa lantas baru dikabulkan 1,5 tahun kemudian. Saat itu kiblat umat Islam masih mengarah ke Baitul Maqdis, barulah berpindah ke Ka'bah setelah 1,5 tahun Rasulullah berdoa.
"Bisa jadi Nabi sudah siap, tapi umat pada saat itu belum siap. Ada tantangan di tengah masyarakat yang tidak mudah, bahkan mungkin bisa meruntuhkan dakwah. Maka baru dikabulkan 1,5 tahun ketika semua umatnya sudah siap menerima itu," katanya.
3. DigantiAllah memberikan apa yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan hamba-Nya. Untuk itulah terkadang harapan dan doa yang dipanjatkan justru sedikit berbeda dengan yang didapatkan.
"Boleh jadi orang tua berdoa agar anaknya masuk ke ITB, tapi justru masuknya ke Unpad. Itu karena Allah mengabulkan apa yang dibutuhkan, bukan diinginkan," katanya.
Adapun maksud dari penggantian ini bukan karena Allah ingin menyakiti perasaan hamba-Nya, tapi karena Dia tahu dan ingin memberikan hal yang betul-betul dibutuhkan.
"Bahkan, di dalamnya ada kebaikan dan maslahat, yang mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya," katanya.
(bal)