LANGIT7.ID, Jakarta - Berdakwah bisa dilakukan lewat berbagai media, salah satunya poster-poster digital yang tersebar di media sosial. Berangkat dari kegandrungan anak-anak muda terhadap media sosial, serta pentingnya menyajikan konten yang positif, menjadi pemicu lahirnya komunitas Muslim Designer Community (MDC). Kini MDC ada di 20 kota seluruh Indonesia, dan juga terdapat di luar negeri seperti Malaysia dan Australia.
MDC lahir, tumbuh, dan besar di lingkungan Facebook dengan kanal Grup bernama MDC | Muslim Designer Community pada 24 Oktober 2013. Dalam deskripsinya, MDC mengklaim sebagai wadah pemersatu desainer muslim, saling berbagi ilmu dan memberi kemanfaatan nyata yang besar bagi ummat Islam.
Saat ini, anggota Grup Facebook MDC telah mencapai 58,7 ribu anggota. Di dalamnya, para desainer muslim bebas berkreasi dan membagikan hasil karya seni visual mereka untuk dikomentari, dikritik, mendapat saran, atau sekadar memamerkan keindahan.
MDC pertama kali dicetuskan oleh Nur Hadi Ismail, aktivis dakwah asal Sukoharjo, Solo Jawa Tengah bersama rekan-rekannya, Toni Ardan, Ferry Widyoko, dan Dwi Sutrisno sebagai lembaga bisnis Islam di Solo pada Jumat, 4 Oktober 2013. Namun, karena kendala pengetahuan di bidang pemasaran dan ekonomi, MDC berubah haluan menjadi komunitas dakwah visual.
Mereka memanfaatkan media visual grafis yang kreatif dalam mengemas ilmu keagamaan sehingga lebih menarik hati. Saat itu, aktivis yang bergerak di bidang dakwah visual belum banyak, apalagi yang memaksimalkan media sosial.
Agenda fisik perdana MDC terlaksana pada 10 November 2013 di Solo dengan mengundang para designer Muslim. Pertemuan perdana digagas untuk mengembangkan MDC yang tidak tidak hanya hadir di ruang maya, tapi juga bisa menjadi perantara datangnya kaum muda ke majelis-majelis ilmu.
Seiring berjalannya waktu, komunitas MDC di berbagai daerah terbentuk, seperti di Jogja dan Jabodetabek. MDC Yogyakarta terbentuk pada 13 April 2014 di Teras dakwah Nitikan Jogja. Sedangkan MDC Jabodetabek terbentuk pada 20 April 2014 di Masjid Istiqlal Jakarta.
Untuk melindungi karya- para kreator, MDC mendirikan Yayasan Desainer Muslim Indonesia (YDMI) pada Juni 2020
Selain pameran karya di media sosial, MDC juga banyak menggarap bengkel-bengkel pelatihan desain untuk memicu kreatifitas anak-anak muda Muslim di bidang seni visual. MDC juga sering merespons isu-isu keummatan lewat event seperti 101 Poster Exhibition, pameran untuk mendukung Al Aqsha pada Juni 2021.
Humas Bekasi Muslim Designer Community Chapter Jabodetabek, Aji Malik mengatakan, aktivitas mereka tidak hanya seputar desain grafis, tapi juga kajian keislaman.
"Setiap ngumpul para anggota MDC biasanya diberi materi tentang keislaman dan juga berupa presentasi mengenai kegiatan ke depan," kata Aji, melansir komunita.id, Senin (23/8/2021).
Untuk mempromosikan dan memperlihatkan karya mereka ke publik, MDC biasa mengadakan pameran dengan memanfaatkan momentum.
Lewat MDC, para anggota juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan, yaitu jika pada pameran atau kesempatan lain ada yang tertarik dengan desain anggota MDC untuk dibuat baju, maka hal tersebut akan diserahkan kepada desainer.
MDC sangat terbuka dalam hal keanggotaan dan tidak membatasi hanya untuk desainer grafis saja. Siapapun yang tertarik dengan dakwah visual bisa bergabung dengan MDC.
“Nanti diserahkan ke chapter. Dikasih kontak, ada wawancara sedikit. Di sini gak semua jago desain, intinya kita belajar juga di sini,” pungkasnya.
(jqf)