LANGIT7.ID, Jakarta - Hasil perkawinan antara
Artificial Intelligence atau AI dan motif batik menghasilkan karya yang cukup menarik. Produk ini memiliki ciri khasnya sendiri.
Hal ini dilakukan Dosen Program Studi Prodi Informatika
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Agus Eko Minarno.
Baru-baru ini dia mendesain AI yang khusus digunakan untuk pengembangan motif batik. Inovasi ini dikembangkan karena Agus memiliki ketertarikan akan
batik sejak 2012 lalu.
"AI yang sedang kami kembangkan diharapkan mampu memberikan motif baru. Apalagi di dunia batik ada istilah stagnasi, yaitu kebanyakan motif yang digunakan masih sama," ujarnya seperti dikutip Muhammadiyah, Rabu (11/1/2023).
Adapun teknologi generative adversial networks (GANs) bisa mengembangkan dan bahkan mengombinasikan motif-motif yang ada menjadi motif yang baru.
Nantinya program yang ada akan diberi input agar bisa membuat motif yang diinginkan. Seperti kombinasi motif A dan motif B, yang kemudian akan dikombinasikan AI menjadi batik baru yang menarik.
“Dengan GANs, komputer belajar mengidentifikasi motif-motif yang sudah ada dan mengembangkannya menjadi motif yang baru," ungkapnya.
Hal itu juga bermanfaat sebagai simulator bagi desainer dalam menggabungkan dan mengkombinasikan motif. Dalam satu detik, teknologi ini dapat menghasilkan sekitar 100 motif baru.
Sebagai informasi, sampai saat ini ada lebih dari 202 kain batik yang sudah didigitalisasi. Dalam melaksanakan penelitian itu, Agus bekerjasama dengan Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad, pengrajin, serta dosen-dosen Prodi Informatika UMM, dan para kolektor.
"Semoga akan lebih banyak lagi motif batik yang dapat dikumpulkan sehingga batik bisa banyak dikenal dengan mudah."
"Dengan pengembangan AI ini bisa membantu pengusaha dan desainer batik untuk membuat motif-motif baru dan menaikkan angka penjualan," ujarnya.
(bal)