LANGIT7.ID, Baghdad - Ribuan pecinta sepak bola memadati Stadion Internasional Basra menjelang final
gulf cup yang mempertemukan Irak dan Oman. Namun, insiden mematikan terjadi yang menyebabkan dua orang tewas dan puluhan orang mengalami luka-luka.
Gulf Cup atau Piala Teluk adalah turnamen sepakbola yang diikuti enam negara Dewan Kerjasama Teluk (Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab) serta Yaman dan Irak. Tahun ini, Gulf Cup digelar sejak 6 Januari, dan Irak pertama kali menjadi tuan rumah turnamen tersebut sejak 1979.
Iraq News Agency (INA) melaporkan, insiden mematikan terjadi saat penonton berkumpul untuk menghadiri pertandingan final tersebut. Irak menjamu Oman di laga final yang diselenggarakan di Stadion Internasional Basra, Kamis (19/1/2023).
Baca Juga: Selain Tragedi Kanjuruhan, Ini 3 Bencana Sepak Bola Terbesar di Dunia
INA menyebut satu orang tewas dan 60 orang terluka di luar stadion dan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis. Sementara, Associated Press mengutip pernyataan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Basra yang mengatakan, dua orang tewas dan 38 luka-luka. Beberapa di antaranya telah keluar dari rumah sakit.
Kericuhan di stadion Irak itu disebabkan ribuan warga yang tidak punya tiket tetap datang ke lokasi pertandingan. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat orang-orang saling berdesakan di sebuah jalan sempit dan tidak bisa keluar dari kerumunan. Banyak korban kehilangan kesadaran dan pingsan saat hendak menyelamatkan diri dari kericuhan.
INA melaporkan, layar raksasa dipasang di berbagai tempat umum di Basra agar masyarakat bisa menonton pertandingan tersebut. Insiden itu terjadi hanya beberapa jam sebelum
kick-off pertandingan final Gulf Cup antara Irak Vs Oman.
Baca Juga: Memahami Istilah-istilah Bencana dalam Islam
Kementerian Dalam Negeri Irak mengaku sudah mendesak warga yang tidak memiliki tiket untuk meninggalkan stadion. Itu karena stadion telah penuh dan semua gerbang telah ditutup.
“Kami menyerukan kepada para penggemar yang tidak memiliki tiket untuk tidak berkumpul di depan gerbang kota olahraga, untuk menjaga kehidupan mereka,” kata juru bicara Kementerian Dalam negeri Irak, Mayor Jenderal Khaled Al-Mahna.
Kendari terjadi kericuhan di luar stadion, pertandingan antara Irak melawan Oman tetap digelar dengan skor 3-2 untuk Irak. Sebagait tuan rumah, Irak berhasil me jadi juara Gulf Cup.
(jqf)