Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

Bio Farma Butuh Sebulan Olah Bulk Jadi Vaksin Siap Suntik

Garry Talentedo Kesawa Selasa, 24 Agustus 2021 - 19:55 WIB
Bio Farma Butuh Sebulan Olah Bulk Jadi Vaksin Siap Suntik
Ilustrasi Analisa vaksin AstraZeneca di Laboratorium Pusat RND, Cambridge, Inggris Foto: AstraZeneca
LANGIT7.ID, Jakarta - PT Bio Farma (Persero) mengungkapkan selama ini harus berkejaran dengan waktu untuk menyiapkan hingga mendistribusikan vaksin. Ini lantaran pengolahan bahan baku (bulk) menjadi vaksin jadi, memerlukan waktu hingga satu bulan.

"Kalau bulk butuh proses, membutuhkan waktu sebulan untuk memulai dari proses bulk hingga produk jadi dan dikemas. Kami sangat butuh sekali, jadi kejar-kejaran antara waktu penggunaan dan waktu produksi," ujar juru bicara PT Bio Farma, Bambang Heriyanto dalam diskusi daring yang dipantau dari Jakarta, Selasa (24/8).

Bambang mengatakan, Bio Farma selaku penyedia dan pendistribusi vaksin memang mendapatkan vaksin dalam bentuk bulk maupun produk jadi. Saat dimulai proses produksi bulk ke bentuk jadi mesti melewati beberapa tahapan.

Proses dimulai sejak karantina bahan baku datang khususnya jenis Sinovac, dilanjutkan dengan fill and finish di Bio Farma, lalu uji mutu hingga didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia.

Ia menyatakan Bio Farma terbantu dengan kombinasi kedatangan vaksin, yakni saat vaksin bentuk jadi didistribusikan berbarengan dengan produksi bulk. Dengan begitu, rentang waktu bisa dimanfaatkan untuk menutupi stok yang tersedia.

"Sehingga kekurangan karena menunggu waktu produksi bisa terkejar dengan keberdaan vaksin siap digunakan. Tapi tentunya vaksin jadi harus tetap menunggu LOT rilis dari BPOM sebelum didistribusikan," kata dia.

Bambang mengatakan, saat ini Bio Farma telah memiliki dua fasilitas khusus untuk proses produksi bulk ke bentuk jadi. Bio Farma dapat menampung 250 juta kapasitas vaksin dari dua fasilitas itu yang telah memenuhi kualifikasi dari BPOM dan sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Fasilitas bukan fasilitas produksi biasa tapi harus memenuhi syarat dari Badan POM dan Stantar WHO. Dua fasilitas yang kita gunakan, berkapasitas masing-masing 100 juta dosis dan 150 juta dosis dan sudah di-approve oleh Badan POM," kata dia.

Sebelumnya, dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog, Dirga Sakti Rambe, meminta masyarakat untuk tidak pilih-pilih saat akan melakukan vaksinasi, sebab menurutnya vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia untuk disuntikkan.

"Saya harus ingatkan bahwa vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia untuk ada saat ini. Jadi jangan milih-milih, 'saya ingin produk A, saya ingin produk B'," kata dia.

Saat ini ada kecenderungan masyarakat yang memilih-milih vaksin mana yang ingin mereka dapatkan. Perbedaan efisiensi dari berbagai jenis vaksin menjadi alasan masyarakat enggan melakukan vaksinasi dari jenis tertentu.

Padahal kata Dirga, semua merek vaksin efektif dalam mencegah perawatan, penyakit yang berat, dan kematian akibat Covid-19. Maka dari itu ketika masyarakat mendapatkan kesempatan divaksin untuk memanfaatkannya.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan