LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap manusia tentu tak lepas dari perbuatan salah dan jauh dari kata sempurna. Salah satu hal yang membuat manusia melakukan kesalahan adalah hawa nafsu.
Lantas, bagaimana
mengendalikan hawa nafsu?
Pendakwah dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Yan Gymnastiar atau
Aa Gym mengatakan nafsu bisa terkendali hanya dengan rahmat Allah SWT.
Baca juga: Ustaz Syafiq: Beragama Harus dengan Ilmu Bukan Hawa NafsuSebagaimana tertuang dalam
surat Yusuf ayat 53,
وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Yusuf: 53).
"Jadi ada nafsu-nafsu yang dirahmati Allah SWT yang membuat kita tetap melakukan kebaikan dan nafsu yang dijalani jadi amal saleh," ujar Aa Gym dalam kajian pagi yang diikuti LANGIT7.ID, Selasa (24/1/2022).
Dia kemudian memjelaskan cara mengendalikan nafsu.
Menurut Aa Gym jika Anda ingin mengendalikan nafsu pertama yang harus dilakukan setelah menyadari bahwa dorongan nafsu mengajak kepada keburukan, yaitu berdoa. Anda harus minta kepada Allah SWT, satu-satunya yang menguasai nafsu manusia.
Baca juga: Hati-Hati Pilih Pasangan Hidup, Ustadz Salim: Hindari Hawa NafsuBerikut doanya,
اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا
أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا
"Ya Allah, berilah ketakwaan kepada jiwaku, sucikanlah jiwaku. Engkaulah sebaik-baik Dzat yang dapat menyucikannya. Engkaulah yang menguasai dan yang menjaganya." (HR. Muslim).
"Ini harus kita minta kepada Allah SWT, karena jiwa kita ada dalam genggamannya. Salah besar kalau kita menganggap kita bisa mengendalikan diri tanpa pertolongan Allah SWT. Intinya kita harus tahu seperti surat Yusuf ayat 53 tadi bahwa kita harus menyadari bahwa kecenderungan kita itu berbuat maksiat," katanya.
"Jadi kita harus sadar bahwa besar potensi nafsu kita mengajak kita melakukan yang dilarang Allah dan kita harus sadar betul itu ada pada diri kita," lanjut dia.
Baca juga: Nasihat bagi Pekerja, Jangan Pindah Perusahaan karena Hawa NafsuKarenanya, usahakan untuk jangan pernah lepas dengan doa riwayat Muslim tersebut agar jiwa kita selalui diberi kelimpahan karunia Allah SWT, dalam bentuk dimampukan untuk menjauhi kemaksiatan.
"Jangan sampai lepas dengan doa ini, kalau tidak kita akan kerepotan dengan diri kita sendiri. Dan setiap kali kita melakukan yang tidak baik maka kita tidak akan menikmati kebahagiaan, ketenangan dan kemuliaan," cetusnya.
Aa Gym menekankan semua masalah kehidupan, seperti dosa, maksiat dan kelalaian manusia, terjadi karena mereka memperturutkan nafsu.
(est)