Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Jangan Lakukan Dosa Ini agar Tidak Melampaui Firaun

Muhajirin Selasa, 24 Agustus 2021 - 23:00 WIB
Jangan Lakukan Dosa Ini agar Tidak Melampaui Firaun
ilustrasi patung Firaun (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menjelaskan sebuah dosa yang membuat seseorang lebih hina dari Fir’aun. Dalam Al-Qur’an, surah Al-A’raf ayat 179 disebutkan, terdapat momen derajat manusia akan sejajar dengan hewan, bahkan lebih hina.

Manusia diberi akal untuk berpikir dan memilah kebenaran dan kebatilan. Namun kerap ditemukan manusia yang tidak menggunakan akal, sehingga tak berupaya menghindari maksiat. Dia mencontohkan praktik aborsi yang kerap terjadi di tengah masyarakat.

UAH menjelaskan, hewan tak punya akal, namun tak pernah menggugurkan janin selagi masih dalam kandungan. Beda dengan manusia yang telah dilengkapi perangkat akal yang sering melakukan tindakan tak terpuji tersebut.

“Pernah dengar ga sapi betina aborsi? Tidak ada. Sapi tidak pernah aborsi, kenapa manusia bisa aborsi. Menggugurkan janin ini akan ditanya oleh Allah. Ini dijelaskan dalam surah At-Takwir ayat 8-9. Di akhirat kelak, anak-anak yang dibunuh itu akan mengadu kepada Allah, perihal dosa apa yang telah dilakukan sehingga tidak berikan kesempatan untuk lahir ke dunia,” kata UAH melalui kanal youtube Adi Hidayat Official, Selasa (24/8/2021).

Tak hanya itu, UAH membandingkan tindakan aborsi dengan dosa keji yang pernah dilakukan Fir’aun pada masa Nabi Musa AS. Fir’aun pada saat takut kehilangan kekuasaan, ia memerintahkan tentaranya untuk mengeksekusi bayi laki-laki yang baru lahir.

“Dulu, se-Fir’aun-Fir’aun-nya itu nunggu dulu ibunya lahiran, anaknya keluar. Nunggu dulu dilihat anaknya laki-laki atau perempuan. Kalau perempuan masih sempat dibebaskan, laki-laki dieksekusi,” kata UAH.

Ustadz Adi Hidayat mengutip surah Al-Baqarah ayat 49. Allah Ta’ala berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu,”

Ayat tersebut menjelaskan tentang Nabi Musa dan pengikutnya yang diselamatkan dari kekejaman Fir’aun. Allah menyebutkan praktik Fir’aun membunuh anak laki-laki sebagai siksaan yang paling keji. Perempuan sedang hamil mengandung, diintai, diawasi, dan didampingi oleh algojo-algojo.

“Ketika lahir perempuan dibebaskan, kalau laki-laki disembelih di hadapan ibu yang baru melahirkan. Itu disebut oleh Al-Qur’an sebagai siksaan yang paling keji. Nah, manusia sekarang sangat jauh dari Fir’aun. Sangat jauh. Fir'aun, se-Fir’aunnya dia masih menunggu bayinya lahir, perempuan? Bebas,” ucap UAH.

Ini berbanding terbalik dengan fakta saat ini. Banyak orang tega membunuh anak mereka padahal masih dalam kandungan. UAH menyebut praktik tersebut sebagai dosa besar. Tak hanya orang yang bersangkutan, namun dokter hingga bidan, serta orang-orang yang terlibat akan menanggung dosanya.

“Kalau tidak ada dibenarkan oleh syar’i, bukan karena satu bahaya tertentu, karena kondisi tertentu yang dikonsultasikan, baik pada dokter, pada ulama, dan memang dibenarkan hal demikian. Maka di luar itu semua, adalah dosa besar yang dipertaruhkan di hadapan Allah Ta’ala,” terang UAH.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)