LANGIT7.ID, Jakarta - Siesmolog Imperial College London, Stephen Hicks, mengungkapkan bahwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 di Turki memiliki kekuatan serupa dengan kejadian yang menewaskan 30 ribu orang pada Desember 1939.
Dia mengungkapkan, Turki pada dasarnya merupakan sarang aktivitas seismik, karena berada di dua patahan besar di Lempeng Anatolia. Yakni, Patahan Anatolia Utara (Northern Anatolian Fault/NAF) yang melintas Turki dari barat ke timur, dan Patahan Anatolia Timur (EAST Anatolian Fault/EAF) yang ada di wilayah tenggara Turki.
“Nerthern Anatolian Fault mendapat banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir, karena migrasi gempa besar ke arah Istanbul. Namun, hari ini gempa M 7,8 tampaknya terkait dengan zona East Anatolian Fault yang mengimbangi lempeng tektonik Arab dan Anatolia,” cuit Stephen di @seismo_steve, Senin (6/2/2023).
Baca Juga: Hercules Ketemu UAS di Masjid Nabawi, Akrab dan Ngobrol SantaiMengutip sejumlah peneliti Turki bertajuk ‘
Active Seismotectonics of the East Anatolian Fault’ yang terbit di
Geophysical Journal International, Februari 2022, sesar Anatolia Timur merupakan patahan sepanjang 700 km yang terletak di antara lempeng Anatolia dan Arab.
Kedekatan Kutup Euler (titik rotasi patahan) dengan batas lempeng Arabia-Anatolia menyebabkan perubahan kecepatan lempeng yang cepat dan di sepanjang batas. Hal itu dimanifestiasikan oleh penurunan laju slip dari timur (100 mm/tahun) ke barat (~1-4 mm/tahun).
(jqf)