LANGIT7.ID - , Jakarta - Indonesia memberangkatkan tim
misi kemanusiaan penanganan pasca
gempa bumi di Turki. Para personil dari Indonesia akan bertugas membantu penyelamatan korban gempa di Antakya, Provinsi Hatay.
Kabar ini disampaikan oleh Dubes RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, segera setelah melakukan koordinasi final dengan pimpinan AFAD. Sementara itu, pemberangkatan gelombang pertama sudah tiba di Turki pada Ahad (12/2/2023) kemarin.
Baca juga: Kemenkes Kirim 65 Tenaga Medis Bantu Korban Gempa Turki-Suriah“Ini sebuah kepercayaan. Atas arahan Menlu RI di hari pertama gempa, Tim KBRI sudah berada di 4 daerah paling terdampak di hari kedua gempa, sebelum ada satupun perwakilan asing yang ke daerah-daerah tersebut. Selain
mengevakuasi WNI, kami juga membuat penilaian di lapangan untuk mengidentifikasi daerah yang paling terdampak dan akan menjadi target misi kemanusiaan Indonesia", terang Dubes Lalu M. Iqbal.
Antakya adalah kota tua dan paling padat penduduknya di wilayah Tenggara Turki. Kota bersejarah yang memiliki penduduk sekitar 1,6 juta sebelum gempa ini mengalami kerusakan paling parah. Karena kepadatan penduduknya, diyakini bahwa korban meninggal dan luka berat paling banyak di kota dagang dan kota Pelabuhan ini.
Sesuai hasil koordinasi BNPB dengan Kemlu dan KBRI Ankara, ditahap awal Misi Kemanusiaan Indonesia akan mendirikan 10 tenda komando yang akan digunakan oleh AFAD maupun Tim Indonesia di Antakya, serta 25 tenda keluarga. Bersamaan dengan itu, Tim juga akan membangun rumah sakit lapangan.
Baca juga: Akibat Gempa Sejumlah Situs Warisan Kuno di Turki RuntuhGelombang pertama misi kemanusiaan Pemerintah Indonesia untuk penanganan pasca gempa bumi di Turki telah tiba di Bandara Adana. Pemberangkatan gelombang pertama membawa 47 personil dan muatan peralatan evakuasi dan pemulihan gempa.
Misi tersebut dibawa dengan 2 pesawat TNI AU yang tiba pada dua waktu yang berbeda. Pendaratan pertama pada pukul 10.05 WS dengan B 737-400 membawa 47 personil Medium Urban SAR BASARNAS (MUSAR Inasar) dan perlengkapan ringan.
Pendaratan kedua pada pukul 17.00 WS dengan Hercules C-130. Pesawat ini mengangkut perlengkapan berat dan bantuan kemanusiaan dari Kementerian Pertahanan.
“Setelah menurunkan penumpang dan muatan, pesawat pertama langsung terbang kembali ke Indonesia. Sementara pesawat kedua, setelah bongkar muat langsung terbang ke Ankara untuk istirahat dan pergantian crew”, terang Kolonel Amir Ali Akbar, Atase Pertahanan yang ditugaskan KBRI Ankara untuk mengkoordinasikan pendaratan seluruh gelombang penerbangan.
Segera setelah pendaratan pesawat pertama, seluruh personil INASAR langsung menuju ke daerah operasi yang telah ditentukan AFAD, yaitu di Antakya, Provinsi Hatay. Setiba di Antakya Tim INASAR langsung melakukan koordinasi dengan Kantor PBB untuk Kemanusiaan yang ada di Antakya.
Baca juga: Arsenal Gandeng Muslim Inggris Bantu Korban Gempa Turki-SuriahGelombang pertama misi kemanusiaan Indonesia untuk penanggulangan gempa di Turki ini akan disusul Gelombang Kedua pada tanggal 14 Februari 2023 dan Gelombang Ketiga pada tanggal 19 Februari 2023.
(est)