LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen (Purn) TNI
TB Hasanuddin meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) tak bertindak gegabah dalam upaya penyelamatan Pilot Susi Air, Philips Mark Marthens. Pasukan TNI diarahkan untuk mencari Kapten Philips yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Menurut TB Hasanuddin, saat ini yang sepenuhnya berwenang untuk mencari pilot tersebut adalah
kepolisian. Sehingga, TNI hanya bisa menunggu perintah dari Polri jika dibutuhkan untuk membantu mereka.
"Sekarang kalau soal ini, ya tanyakan ke Kapolri lah gimana pilot itu. Kan tanggung jawabnya dia," kata Hasanuddin dalam keterangannya, dikutip Rabu (15/2/2023).
Baca Juga: DPR Dukung Langkah KSAD Kirim Pasukan ke Papua Cari Pilot Susi AirTB Hasanuddin menuturkan, aturan menjamin keamanan di Papua berada di tangan Kepolisian. Meski begitu, TB menilai bahwa kepolisian masih butuh penguatan dari personel
TNI.
"TNI jangan sembarangan melakukan operasi selama belum ada Perpres. Sampai saat ini tidak ada peraturan yang menjadi payung hukum TNI untuk bisa melakukan operasi di Papua," ujar TB.
Politisi PDI Perjuangan itu mengusulkan agar dibuatkan Peraturan Presiden (perpres). Perpres dibutuhkan agar TNI bisa segera bertindak di
Papua.
"Dengan Perpresnya begini, nanti bisa dilihat, oh ya kita operasi teritorial. Dengan Perpres begini, oke kita hanya operasi intelijen, atau dengan Perpresnya seperti apa di dalamnya kita nanti akan melakukan operasi tempur misalnya," ucap TB.
Baca Juga: DPR Minta Bantuan TNI Bebaskan Pilot Susi Air yang Disandera KKBMenurut TB, keterlibatan TNI tanpa adanya payung hukum berupa Perpres malah memicu masalah baru. "Begitu. Nanti lagi-lagi dikejar soal HAM, Hak Asasi Manusia," tuturnya.
Seperti diketahui, pesawat
Susi Air dikabarkan dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) setibanya di Bandara Paro, Nduga, Papua, Selasa (7/2). Pilot Susi Air, Kapten Philips hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, langsung menerjunkan para pasukan terbaiknya. Kehadiran anggota TNI untuk menemukan Kapten Philips dan juga mengatasi ancaman dari KKB.
(gar)