Presiden Joko Widodo menyatakan telah membahas penyelamatan pilot maskapai Susi Air berkebangsaan Selandia Baru yang masih disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB). Presiden menyatakan operasi harus dilaksanakan hati-hati.
Bos Susi Air, Susi Pudjiastuti, meminta kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua membebaskan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang saat ini masih disandera
Christina meyakini TNI memiliki strategi yang baik dan terukur dalam menangani hal tersebut. Utamanya melakukan pendekatan persuasif agar tidak muncul korban jiwa.
Menurut TB Hasanuddin, saat ini yang sepenuhnya berwenang untuk mencari pilot tersebut adalah kepolisian. Sehingga, TNI hanya bisa menunggu perintah dari Polri jika dibutuhkan untuk membantu mereka.
Dave menilai kehadiran TNI sebagai garda terdepan negara mengatasi masalah ancaman keamanan nasional, khususnya separatisme. Terlebih, selama ini sudah banyak anggota TNI-Polri dan masyarakat sipil yang menjadi korban kebrutalan KKB.
Meutya menyebut Komisi I DPR RI telah menyetujui Perpres pelibatan TNI dalam mengatasi terorisme sebagai landasan hukum untuk menyelesaikan kasus tersebut.
Pesawat rute Timika-Duma yang mengalami kecelakaan tersebut berjenis Pilatus Porter PK BVM dengan pilot Dayle Peter Houzet dan membawa enam orang penumpang di dalamnya.