LANGIT7.ID - Salma’s Season merupakan serial drama komedi dari Australia. Serial yang hanya enam episode berdurasi lima sampai sembilan menit ini mengangkat isu yang terbilang jarang muncul di dalam perfilman Australia.
Mengutip laman
filmink, serial ini mengisahkan kehidupan seorang wanita muslimah keturunan Australia-Pakistan harus mengatasi prasangka yang dia temui, baik di komunitas maupun di masyarakat. Prasangka tersebut meski dihadapi agar bisa menjalani keseharian secara wajar.
Cerita serial ini berpusat pada tokoh Salma, seorang ibu berusia 45 tahun dengan kesan penurut dan berjilbab. Dia diceritakan mulai jengah dengan situasi yang mengharuskannya menjalani hidup dalam rumah tangga yang monoton, mengurusi anak dan suami. Akhirnya, suatu hari dia mulai berani menentukan sikap untuk mengejar mimpi menjadi peserta kejuaraan tenis grand slam Australian Open.
Baca Juga: Menparekraf Dorong Sineas Film Aktif Berkarya dan Berani Ambil Risiko
Serial ini juga sarat dengan pesan toleransi. Pesan dalam cerita disampaikan dengan santai dan tidak menggurui, karena ceritanya dibangun dengan komedi yang berasal dari absurditas, ketegangan, dan upaya tokoh utama beradaptasi dengan lingkungan.
Serial ini dibintangi oleh Faryaal Jabbar sebagai Salma dengan Seble Girma, Pudak Nayati dan Lyeba Khan sebagai temannya Nur, Maryam dan Zoya, dengan pelatih tenis Salma, Brod yang diperankan oleh Bryan hynes.
Serial ini diproduksikan oleh Sher-Li Tan dengan Lucy Mactaren sebagai produser pengawas, dan produser eksekutf Kauthar Abdulalim, Tony Jackson dan David Collins. Distributor internasional adalah Vidly yang akan merilis serial ini ke seluruh dunia melalui aplikasi SVOD dan saluran YouTube.
Baca Juga: Mengenal Cordyceps Jamur Pencetak Zombi di Film The Last of Us
Kauthar Abdulalim merupakan seorang penulis sekaligus sutradara Australia keturunan Kenya, India, dan Pakistan. Kauthar merupakan lulusan Film Victoria's Story Lab Initiative dan belum lama ini mendapatkan beasiswa penulis selama satu tahun dari
Cinespace Inc. dan pemerintah Australia. Karya filmnya berjudul Found, memenangkan Kompetisi Film Pendek BMW di Festival Film India Melbourne 2018.
Kauthar ingin mengajak penonton untuk melihat dunia yang jarang terlihat di Australia, yakni aspirasi dan kehidupan wanita Muslim di Negeri Kangguru itu tidak terlihat bahkan asing bagi sebagian besar masyarakat.
Komedi-komedi yang dimasukkan dalam serial ini secara tidak langsung menjadi bentuk ketangguhan dan perjuangan sehari-hari wanita Muslim Australia yang berupaya untuk menempatkan dirinya sebagai kelompok minoritas.
Baca Juga: Christine Hakim Beri Kejutan Tampil di Serial The Last of Us
"Ini adalah tentang persaudaraan yang tidak terlihat sebelumnya di layar [film] Australia," katanya.
(jqf)