Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home global news detail berita

Jauhi Narkoba, Tak Ada Manfaat yang Bisa Dibanggakan

Muhajirin Kamis, 08 Juli 2021 - 17:44 WIB
Jauhi Narkoba, Tak Ada Manfaat yang Bisa Dibanggakan
Ilustrasi stop penggunaan dan pengonsumsian zat-zat adiktif. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Hukum mengonsumsi narkoba jenis apapun yang membuat kehilangan akal atau kesadaran adalah haram. Dalam Islam, hukum dan sanksi pengguna narkoba sama seperti pemabuk minuman keras atau khamer.

Hal tersebut ditegaskan Founder Al-Fahmu Institute Ustaz Fahmi Salim. Menurutnya, narkoba memiliki sifat sama dengan minuman beralkohol. Bahkan, kata dia, narkoba memiliki efek jauh lebih besar dari minuman memabukkan. Mengonsumsi narkoba dapat dipastikan akan menghilangkan akal, sehingga seseorang berada dalam kondisi tidak sadar atau bahkan tidak menyadari yang terjadi di sekelilingnya.

"Hukum narkoba sama dengan minuman keras, bahkan mungkin dampak dari narkoba jauh lebih berbahaya dari minuman keras. Cuma karena dia dikiaskan. Jadi kiasnya itu kias aula. Jadi, analogika yang lebih proposional dan lebih tinggi daripada hukum khamer, jadi jelas haramnya," kata Fahmi Salim kepada LANGIT7.ID, Kamis (8/7/2021).

Pria Lulusan Al Azhar Kairo, Mesir itu menjelaskan, dalam hukum Islam, peminum khamer yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) atau digrebek akan dicambuk sebanyak 80 kali. Hukuman tersebut dimaksudkan untuk membuat efek jera pelaku. Pemakai narkoba juga demikian. Dia akan dicambuk jika ketahuan.

Berdasarkan hal itu, maka hukum menjauhi narkoba sama halnya dengan perintah mejauhi minuman keras. Rasulullah SAW mengingatkan, Allah SWT melaknat khamer itu sendiri, kemudian orang yang meminum, penjualnya, yang menyajikan, pembeli, yang menjadi saksi, dan orang yang mengantarkan.

"Jadi, dari produksi sampai eceran, sampai ke tahap konsumen semua dilaknat Allah SWT. Jadi, kita tidak boleh anggap remeh khamer, terutama narkoba. Narkoba harus menjadi musuh bersama masyarakat Indonesia, terutama umat beragama," ucapnya.

Beliau mengatakan, salah satu alasan Islam melarang narkoba adalah dampak negatif yang ditimbulkan. Narkoba bisa menyebabkan pertengkaran, pembunuhan, dan percekcokan. Allah SWT berfirman dalam surah Al Maidah ayat 90: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."

Dengan ayat tersebut, Ustaz Fahmi Salim menegaskan, khamer dan narkoba dimusuhi oleh Islam. Pemakai narkoba dan peminum khamer memicu perjudian. Dua aktivitas itu adalah tindakan kriminal dan merupakan cara setan untuk menyebarkan permusuhan dan kebencian, perbuatan yang agresif, dan menyebabkan kehidupan sosial bermasyarakat itu tidak baik.

"Maka itu, Khamer dan narkoba diperangi oleh Islam. Khamer adalah haram. Bagian dari perbuatan setan," ungkapnya.

Seperti diketahui, jagad hiburan Tanah Air pagi tadi dikejutkan dengan tertangkapnya pasangan artis, yakni Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. Meski begitu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya menyebutkan pasangan suami istri tersebut tidak ditangkap secara bersamaan. Nia lebih dulu diamankan polisi di kediamannya setelah ditemukan alat isap sabu saat penggeledahan. Selanjutnya, Ardi Bakrie menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Pusat.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)