Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

Deretan Bisnis Jusuf Kalla, Otomotif Hingga Energi

mahmuda attar hussein Jum'at, 27 Agustus 2021 - 16:05 WIB
Deretan Bisnis Jusuf Kalla, Otomotif Hingga Energi
Ilustrasi bisnis otomotif Jusuf Kalla. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Sosok Muhammad Jusuf Kalla, atau yang biasa disapa JK, dikenal publik sebagai wakil presiden (Wapres) Indonesia. JK dua kali menjabat sebagai wakil presiden.

Wapres ke-10 saat era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2004-2009 dan Wapres ke-12 Joko Widodo periode 2014-2019.

JK dikenal sebagai sosok wapres yang tidak neko-neko. Namun, memiliki peranan penting dan memiliki kharisma seorang wakil pemimpin negara yang cekatan dalam tugasnya.

JK merupakan figur yang sukses dalam berbisnis. Tak mengherankan, pria yang dikenal memiliki kumis tipis ini memiliki pundi-pundi harta yang terbilang fantastis. Saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia ke-12, periode 2014-2019, JK terbilang rajin melaporkan harta kekayaannya kepada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Dari laman resmi LHKPN, JK terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 31 Desember 2018 silam, dengan total mencapai Rp900 miliar lebih. Setelah lepas masa tugasnya menjadi wapres, JK juga tetap aktif memimpin berbagai bisnisnya yang bergerak di banyak sektor dan terbilang menggurita.

Beberapa bisnisnya itu tergabung ke dalam kelompok perusahaan yang bernama Kalla Group. Di mana kelompok perusahaan ini menjadi yang terbesar di kawasan timur Indonesia dengan kendali usaha yang berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan. Hingga akhir 2020 lalu, Kalla Group diketahui terlibat dalam beberapa bidang usaha dengan 24 sub unit bisnis.

Baca juga: Tas Rajut Asal Yogyakarta yang Mendunia, Tetap Berbagi Saat Pandemi

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah beberapa perusahaan yang dimiliki JK yang menjadi fokus Kalla Group yang sudah Langit7 rangkum dari berbagai sumber.

Otomotif

Sebelum Toyota dijual oleh Astra, Kalla Group melalui PT Hadji Kalla (Kalla Toyota) telah lebih dulu melakukan penjualan otomotif merek Toyota di wilayah Indonesia Timur. Kalla Toyota telah menjadi founder dealer Toyota di Indonesia yang berdiri sejak 1969.

Kalla Toyota memimpin pasar otomotif di seluruh area penjualannya dengan market share rata-rata per tahun mencapai lebih dari 35 persen. Perusahaan yang bergerak di sektor otomotif ini juga memiliki jaringan yang tersebar di empat provinsi di Sulawesi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara dengan 28 outletnya.

Tidak hanya itu, Kalla Automotive juga menyediakan beragam penjualan kendaraan roda empat, dengan Kalla KARS (PT Kars Inti Amanah) yang juga merupakan dealer resmi penjualan merek KIA, Jeep, Dodge, Alfa Romeo, Fiat, dan Chrysler di Indonesia.

Selain PT Hadji Kalla, perusahaan otomotif JK juga memiliki perusahaan yang bergerak di bidang yang sama, yakni PT Makassar Raya Motor yang merupakan dealer resmi Daihatsu yang ada di Sulawesi Selatang, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Konstruksi

Perusahaan Kalla Group juga fokus kepada sektor infrastruktur, di antaranya PT Bumi Karsa, PT Bumi Sarana Utama, PT Bumi Sarana Beton, dan PT Bukaka Teknik Utama yang berfokus kepada pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, gedung, bendungan, dan bandara. Selain itu, perusahaan Kalla Group di bidang konstruksi ini juga menyediakan bahan bangunan seperti aspal, beton, dan material lainnya.

Bahkan, perusahaan milik pria 79 tahun ini juga terlibat dalam pembangunan jalan Trans-Sulawesi dan Bandara Hasanuddin Makassar, bandara di Banda Aceh dan Biak. Di bawah kepemimpinan JK, perusahannya kini mampu memperlebar sayap bisnisnya hingga ikut berpartisipasi pada proyek pembangunan di Pulau Jawa, yang saat ini melayani sektor infrastruktur konstruksi bangunan, jembatan, moda transportasi, perkebuan kelapa sawit, dan telkomunikasi.

Baca juga: Menikmati Kopi Tabagsel, Dakara Berdayakan Produk UMKM

Energi

JK, melalui Kalla Energy menjadi perusahaan pelopor yang memiliki fokus bisnis untuk mengelola pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Perusahannya ini beroperasi di sejumlah wilayah seperti PLTA Poso 1, PLTA Poso 2, PLTA Poso 3, PLTA Kerinci, PLTA Malea, dan PLTA Mamuju dengan menghasilkan total 1980 MW listrik di seluruh Indonesia.

Hal tersebut dilakukan, berawal dari belum meratanya akses sumber daya listrik di seluruh tanah air. Sehingga membuat JK berinisiatif membentuk perusahaan swasta yang bergerak di bidang PLTA. Selain itu, PT Bumi Sarana Migas adalah salah satu anak usaha Kalla Group dengan bidang usaha minyak dan gas yang utamanya menyediakan infrastruktur, baik storage maupun transportasi.

JK juga memiliki perusahaan lain di bidang energi, yakni, PT Malea Energy. Perusahaan ini juga merambah ke smelter di bawah payung PT Bumi Mineral Sulawesi, di mana lokasi smelternya berada di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi.

Transportasi dan Logistik

Untuk sektor ini, Kalla Group dengan PT Makassar Monorail Indonesia, PT Bukaka Lintas Tama, dan PT Jelajah Laut Nusantara atau Jelanusa, merupakan perusahaannya yang menjadi penyedia jasa logistik khusus jalur laut. Barang yang dikirim pun cukup beragam, seperti kendaran bermotor, yakni mobil dan motor, juga alat berat.

Properti

Kalla Group juga memiliki perusahaan yang bergerak di sektor properti. PT Kalla Inti Karsa yang berlokasi di Makassar telah mengerjakan proyek pembangunan Mal Ratu Indah, perkantoran Wisma Kalla, Nipah Mall atau kawasan komersial hijau pertama di Indonesia Timur, dan Trans Studio Makassar.

Baca juga: Akselerasi Pengembangan UMKM Percepat Ekosistem Digital Ekonomi Syariah

Yayasan dan Pendidikan


Dalam sektor ini, Yayasan Hadji Kalla merupakan lembaga pengelola corporate social responsibility (CSR) dan zakat, infak, sedekah (ZIS) perusahaan Kalla Group. Diketahui, yayasan ini juga telah mendapatkan izin sebagai Lembaga Amil Zakat Skala Nasional.

Berdiri dengan nama awal Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Islam Hadji Kalla pada 1981. Yayasan ini dirikan oleh JK, di Makassar dengan tujuan untuk berperan aktif dalam memajukan Indonesia melalui kegiatan sosial.

Dalam perkembangannya, Yayasan Hadji Kalla mendirikan Sekola Islam Athirah, Makassar pada 1984. Di mana menjadi sekolah swasta dengan jenjang dari SD-SMA modern pertama dan terbesar di Makassar.

Dilanjutkan pada 1999, yang mulai memberikan program Beasiswa Kalla, dengan mengirim puluhan siswa lulusan SMP terbaik di beberapa wilayah kota / kabupaten Sulawesi Selatan untuk melanjutkan pendidikan SMA dan perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Pada 2019, yayasan ini menjadi bagian dari komunitas filantropis di Indonesia yang bergabung dengan Perkumpulan Filantropi Indonesia dan Dewan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP). Tepat pada tahun lalu, yayasan ini juga mendapatkan izin dari Kementerian Agama sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) skala nasional.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan