Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pebulutangkis Syabda Wafat Kecelakaan, Dapat Pahala Syahid?

Muhajirin Senin, 20 Maret 2023 - 15:20 WIB
Pebulutangkis Syabda Wafat Kecelakaan, Dapat Pahala Syahid?
Pebulutangkis Indonesia, Syabda Perkasa Belawa bersama sang Ibu (Foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pebulu tangkis Indonesia, Syabda Perkasa Belawa, dikabarkan meninggal dunia karena kecelakaan. Syabda merupakan salah satu atlet tunggal putra Indonesia. Dia kali terakhir bertanding di Iran Fajr International Challenge 2023 pada Februari lalu.

Syabda mengalami kecelakaan saat melakukan perjalanan ke Sragen, Jawa Tengah. Dia berangkat ke kota tersebut untuk berziarah karena neneknya meninggal dunia, lalu mengalami kecelakaan di Tol Pemalang pada Senin (20/3/2023) dini hari.

“Keluarga besar PP PBSI mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya salah satu atlet muda Indonesia, Syabda Perkasa Belawa (21 tahun) dalam kecelakaan di tol Pemalang (Jawa Tengah), Senin (20/3) dini hari,” tulis PBSI. Lalu, bagaimana Islam memandang seorang muslim yang meninggal dunia dalam kecelakaan?

Baca Juga: Syabda Perkasa Antarkan Indonesia Juarai Grup A

Mengutip laman Wahdah Islamiyah, dalam tinjauan historis, kejadian kecelakaan dalam berlalu-lintas memang belum ada pada zaman Rasulullah SAW, kecuali mati jatuh dari hewan kendaraan.

Namun, ulama mengkiaskan kecelakaan lalu lintas seperti orang yang tertimpa reruntuhan bangunan. Kecelakaan seperti ini memiliki landasan hukum, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Baca Juga: Drawing All England 2023: Duel Rekan Senegara di Babak Pertama

“Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ada juga hadits dari Jabir bin’Atik RA, Nabi SAW bersabda:

الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ وَالَّذِى يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ

“Orang-orang yang mati syahid yang selain terbunuh di jalan Allah itu ada tujuh orang, yaitu korban wabah adalah syahid; mati tenggelam (ketika melakukan safar dalam rangka ketaatan) adalah syahid; yang punya luka pada lambung lalu mati, matinya adalah syahid; mati karena penyakit perut adalah syahid; korban kebakaran adalah syahid; yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid; dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan (dalam keadaan nifas atau dalam keadaan bayi masih dalam perutnya) adalah syahid.” (HR Abu Daud).

Baca Juga: Raih Gelar Indonesia Masters 2023, Leo/Daniel Lanjutkan Tradisi Ganda Putra

Para ulama sudah mengeluarkan fatwa terkait mati karena kecelakaan termasuk syahid dari sisi pahala. Akan tetapi, tetap dimandikan dan disalatkan. Ini merupakan pendapat Syaikh Bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Fatawa Nur ‘Ala Darb Syarit 253.

Syaikh Bin Baz mengatakan “Kita berharap seperti (syahid), dan ini (pendapat) yang lebih dekat, wallahu a’lam, yang seperti ini masuk ke dalam kategori syahid karena tabrakan mobil atau terbalik atau saling tabrakan. Ini semua masuk dalam kategori reruntuhan dan dia syahid, insya Allah.”

“Yaitu dalam segi pahala, akan teapi dia tetap dimandikan dan disalatkan. Adapun, para syuhada yang tidak dimandikan dan tidak disalatkan adalah para syuhada di medan tempur,” lanjut Syaikh Bin Baz.

Baca Juga: Tiga Wakil ke Final, Merah Putih Segel Satu Gelar Indonesia Masters 2023

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin RA setelah sepakat dengan pendapat Syaikh Bin Baz mengatakan, “Akan tetapi, kita tidak mengkhususkan (memastikan) untuk orang tersebut, dan di antara akidah ahlussunnah wal jamaah, kita tidak mensaksikan seseorang dengan surga atau neraka, kecuali orang-orang yang telah dipersaksikan Rasulullah SAW. Akan tetapi, kita berharap orang tersebut termasuk dari para syuhada.”

Kemudian, dalam Fatawa Lajnah Ad-Da’imah 8/375 disebutkan, “Kita berharap dia (termasuk) syahid, karena dia seperti seorang muslim yang meninggal karena reruntuhan dan telah shahih riwayat tersebut dari nabi SAW bahwasanya dia syahid.”

Namun, para ulama mengingatkan, kecelakaan dianggap syahid dan khusnul khatimah ketika terjadi pada safar yang mubah. Bukan safar yang haram, seperti menuju tempat maksiat untuk bermaksiat, dan telah mengusahakan asbab keselamatan. Adapun, orang yang sengaja bunuh diri dengan menabrakan mobil, maka ini termasuk dosa besar.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)