LANGIT7.ID, Jakarta- -
Vino G Bastian menjadi pemeran tokoh Prof. Dr. H. Abdul Karim Amrullah (Buya Hamka) dalam film biopic tentang sang ulama. Suami Marsha Timothy ini mengungkapkan sebuah cerita menarik saat mendapat tawaran peran tersebut.
Vino menyebut Buya Hamka bukan orang asing bagi keluarganya. Ayah Vino adalah pengagum Buya Hamka. Buku-buku Buya Hamka terpampang rapi di perpustakaan keluarga. Bahkan, Buya Hamka menuntun dua kalimat syahadat kepada ibunda Vino saat masuk Islam.
“Tapi boleh enggak saya baca dulu scriptnya? karena sebagai actor, saya harus pintar memilih script yang bagus, yang baik yang buat saya, itu menantang bagi seorang seniman,” ujar Vino saat mendapat tawaran memerankan sosok Buya Hamka.
Namun, dia mengaku merasa kecil ketika membaca naskah tersebut. Itu karena Buya Hamka berjuang untuk agama, bangsa, dan budaya yang dicintainya. Setelah membaca naskah, dia merasa sangat terharu dan memilih untuk memerankan sosok Buya Hamka.
Baca juga:
Sinta Nuriyah Ingatkan Pentingnya Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan“Begitu saya baca pelan-pelan, saya baca, air mata ini menetes, bukan hanya karena ceritanya yang dramatik. Tapi saya merasa saya kecil sekali ketika membaca seorang Buya Hamka, berjuang mulai dari anak-anak sampai akhir hayatnya. Itu bukan cuma untuk dirinya sendiri tapi untuk bangsanya, untuk agamanya, untuk tanah kelahirannya, untuk seni dan budaya yang dia cintai dan terutama untuk keluarganya,” ujar Vino dalam Talk Show Film Buya Hamka di Kota Padang, dikutip Rabu (12/4/2023).
Setelah itu, Vino lalu bertemu dengan sutradara Fajar Bustomi. Dia terus mempelajari dan mendalami biografi Buya Hamka. Dia bahkan bertemu dengan keluarga Buya Hamka untuk menggali lebih dalam sosok ulama besar tersebut.
Menurut Vino, film Buya Hamka bukan hanya tentang make up yang realistis. Tetapi lebih dari itu, film ini akan menjadi kesempatan baginya untuk berbuat lebih banyak lagi untuk agama. Kabar gembira ini pun disampaikan oleh Vino ke keluarganya, terutama ibunya yang diislamkan oleh Buya Hamka.
“Buya Hamka ini bukan cuma milik orang Minang, bahkan sampai seluruh Indonesia dan sampai ke luar negeri pun semua orang tahu tentang Buya Hamka," ungkap Vino.
Dia berharap film ini bisa menginspirasi banyak orang, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Bahkan media dari Malaysia telah menunggu dengan antusias film ini diproduksi dan diharapkan bisa menjadi film nomor satu di negaranya.
Dalam film ini, Vino ingin menampilkan sosok Buya Hamka dengan sebaik-baiknya. Ia menyadari tidak ada rekaman video Buya Hamka kecuali saat sedang memberikan ceramah. Oleh karena itu, dia berusaha menggali lebih dalam tentang sosok Buya Hamka melalui pertemuan dengan keluarga dan mempelajari banyak tentang Buya Hamka.
"Ini tanggung jawab yang sangat berat yang luar biasa. (Film) Buya Hamka ini harus bisa mendapatkan penonton yang jauh lebih besar," tutur Vino.
Film Buya Hamka diproduksi oleh Falcon Picture, StarVision Plus, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Biaya produksi karya audio visual berdurasi tujuh jam itu diklaim menjadi salah satu film Indonesia dengan biaya termahal.
Film Buya Hamka akan tayang pada 20 April 2023 di seluruh Bioskop Indonesia. Kisah Buya Hamka mulai dari kecil hingga akhir hayatnya akan diabadikan dalam film yang berjudul “Buya Hamka” yang berdurasi tujuh jam dan dibagi menjadi tiga bagian.
Film Buya Hamka dibintangi sederet actor dan aktris Tanah Air. Vino G. Bastian sebagai Buya Hamka, Laudya Chintya Bella sebagai Siti Raham, Desy Ratnasari sebagai Ummi Safiyah, Mathias Muchus sebagai Sutan Mansur, Reza Rahardian sebagai HOS Tjokroaminoto, dan masih banyak lagi actor dan aktris yang membintangi film ini.
(ori)