LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam mencari suatu pekerjaan, hal penting pertama yang perlu dipikirkan, yakni tujuan. Terdapat berbagai macam alasan atau motivasi seseorang dalam mencari suatu pekerjaan. Beberapa contoh tersebut seperti mencari pengalaman, validasi, tekanan sekitar, mengejar keinginan, atau bahkan kebutuhan finansial. Hal itu disampaikan Deviana Kurniawati selaku
Client Success Senior Associate dari Kalibrr Indonesia, sebuah portal pencarian pekerjaan.
“Ada berbagai macam motivasi orang-orang ketika dia mau cari kerja. Menurutku tidak ada suatu motivasi yang lebih (baik) dari yang lainnya. Semua motivasi itu valid, situasinya berbeda-beda dan yang terpenting (kita) tahu motivasinya,” terangnya dalam webinar yang digelar oleh Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi, Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) Universitas Airlangga, dikutip dari news.unair.ac.id, Sabtu (28/8/2021).
Tujuan mencari kerja dapat diraih dengan mengenali jati diri terlebih dahulu. Kenali beberapa poin penting seperti tipe orang yang bagaimana diri kita ini,
background pendidikan, pengalaman, prestasi (capaian), dan rencana kita lima tahun kedepan.
Menurut penjelasan Devi, setelah paham akan jati diri maka selanjutnya memulai untuk mencari tahu (
research) terkait peran dan perusahaan atau tempat kerja yang akan dituju. Kemudian setelah itu boleh untuk memulai mencari lowongan pekerjaan di berbagai media, seperti situs resmi perusahaan,
job portals,
University’s Career Center, dan media sosial lainnya.
“Jadi, sebenarnya cukup dua ini yakni
research dan
Job Hunt saja yang perlu kalian lakukan,” tekannya.
Devi juga membagikan tips agar mendapat kesempatan
interview perusahaan. Pertama, ketika mencari lowongan kerja, pastikan pekerjaan tersebut sangat sesuai dengan profil pribadi. Kedua, kirimkan CV yang relevan beserta surat lamaran kerja yang baik dan benar. Terakhir, bangun relasi dan merespons pihak yang menghubungi kita secara baik.
“Jangan salah, terkadang kita berpikir
job interview itu hanya sesi perusahaan menilai diri kita. Tetapi, sebenarnya itu juga menjadi kesempatan kita untuk menilai perusahaan tersebut,” terangnya.
Terdapat etika-etika tertentu saat menjalani proses
interview yang wajib diketahui. Beberapa hal tersebut seperti berterima kasih atas kesempatan yang diberikan (biasanya saat membalas email undangan
interview), memberi kepastian sanggup mengikuti jadwal wawancara, menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan dan pakaian yang rapi, dan luangkan waktu lebih untuk datang (siap) lebih awal dari jadwal wawancara.
Terdapat juga tiga momen krusial saat sesi wawancara yang dibagikan Devi. Pertama yakni
First Impression yang dibuat oleh perekrut, perlu disiapkan dengan baik. Kemudian yakni cara kita untuk menjelaskan segala kekurangan pribadi secara baik. Terakhir yaitu terkadang perekrut meminta kita untuk bertanya soal apapun yang terkait dengan perusahaannya.
Proses
interview hanya sekitar satu jam, manfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang diberikan. Usahakan diri kita terkesan manusiawi mungkin daripada terlihat sempurna tanpa celah. Jangan berusaha menjadi atau meniru orang lain yang dirasa lebih hebat dari diri kita, berikan yang terbaik dari versi kita sendiri.
“Coba cari kerja yang mungkin kalian bisa nyaman kedepannya, supaya kedepannya karir yang dibangun menjadi
dream career kalian,” tutup Devi.
(jqf)