LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mendorong agar kontestasi
Pemilu 2024 yang objektif, rasional dan berasas demokrasi modern. Konsesi-konsesi politik dan pernyataan yang kompetitif tidak dijadikan state of mind dalam kontestasi yang dilakukan oleh para elit politik.
Konsesi politik melalui koalisi politik dalam konteks politik itu sah-sah saja dilakukan, termasuk statemen yang dikompetitif di antara para elit politik juga sebagai hal yang lumrah. Akan tetapi, jika keduanya sudah menjadi state of mind, dikhawatirkan akan menyebabkan kontestasi tidak konstruktif.
Atas dasar itu, Muhammadiyah mendorong agar visi kebangsaan yang telah diletakkan para pendiri bangsa agar dielaborasi dan dibawa ke ruang publik. Visi kebangsaan itu seharusnya menjadi bahan diskusi para kontestan maupun calon kontestan.
Kemudian, para elit politik, negara, dan bangsa memiliki tanggung jawab moral supaya dalam melakukan langkah dan pernyataan tidak mengarah pada polarisasi. Sebab, jika terjadi polarisasi lagi, harga yang dibayar terlalu mahal.
Baca juga:
Mahfud MD Bertemu Ketum PBNU, Bahas Politik Inspiratif di Pemilu 2024"Di situlah kami (Muhammadiyah) tanpa meng-adjustmen elit dan kekuatan serta proses kontestasi ini, tetapi kami ingin bersama menghadirkan kepemimpinan moral seta visioner," kata Haedar saat berkunjung ke Kantor PBNU di Jakarta, Kamis (25/5/2023).
Haedar mendorong agar tidak menggunakan politisasi-sentiment atas nama apapun seperti suku, ras, dan golongan. Termasuk agama yang bisa membawa polarisasi, sehingga kontestasi melahirkan eksklusivitas-ekslusivitas kelompok tertentu.
"Mari kita berkontestasi, mengedepankan politik yang objektif, yang rasional, yang ada di dalam koridor demokrasi modern," ujar Haedar
(ori)